Malra (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara meluncurkan dapur MBG melalui satuan SPPG Hoat Sorbay sebagai upaya memenuhi asupan gizi anak.
Peluncuran ditandai dengan penyerahan paket Makanan Bergizi Gratis secara perdana di SD Negeri Wab, Kecamatan Hoat Sorbay, Selasa.
Wakil Bupati (Wabup) Malra Carlos Viali Rahantoknam membacakan sambutan Bupati Malra M Thaher Hanubun menyampaikan program MBG, merupakan langkah penting meningkatkan SDM dan bagian dari kebijakan pemerintah mewujudkan generasi emas yang sehat, cerdas, produktif, dan siap berkompetisi di masa depan.
"Kita ingin memastikan bahwa setiap anak di Maluku Tenggara mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Kita bukan hanya meresmikan program, tetapi kita membuka jalan menuju perubahan pola hidup yang lebih sehat bagi anak-anak kita," katanya.
Wabup menyampaikan SPPG Hoat Sorbay - Ohoi Wab menjadi pionir dalam upaya pemenuhan gizi di daerah ini.
Melalui kerja sama lintas ektor dan saling berssinergi membangun budaya makan bergizi sejak dini, agar generasi bangsa akan tumbuh dengan fisik dan kecerdasan yang optimal.
"Saya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para pengelola SPPG, para guru, tenaga kesehatan, kader gizi, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini," katanya.
Wabup menyampaikan, dedikasi dan kepedulian semua pihak merupakan wujud nyata kita memiliki komitmen kuat untuk menghapuskan masalah malnutrisi dan menciptakan anak-anak yang sehat dan berdaya saing.
Dalam kesempatan itu Wabup mengajak seluruh orang tua dan masyarakat, khususnya di wilayah Hoat Sorbay dan Ohoi Wab, agar terus mendukung program MBG.
Menurutnya makanan bergizi tidak hanya diperoleh dari bantuan pemerintah, tetapi juga harus dibangun dari kebiasaan keluarga.
Ia menjelaskan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berkomitmen untuk terus memperluas program pemenuhan gizi ini ke wilayah lainnya.
"Kita ingin memastikan bahwa tidak ada anak yang tumbuh dalam kondisi kekurangan gizi, karena masa depan mereka adalah masa depan daerah ini," ujarnya.
MBG bukan sekadar program bantuan makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk peningkatan kualitas SDM Kei Besar dan Kei Kecil.
Wabup berharap pelaksanaan program ini dapat berjalan secara berkelanjutan, transparan, dan akuntabel. Pendataan yang baik, pengelolaan anggaran yang tepat, pengawasan rutin, serta pelaporan yang efektif harus menjadi perhatian utama.
"Program ini akan berhasil apabila dijalankan dengan disiplin, partisipatif, dan penuh rasa tanggung jawab dari seluruh pihak," tandasnya. (DS).
