Ternate (ANTARA) - Gubernur Sherly Tjoanda membantu menyediakan perumahan permanen bagi para nelayan yang telah hidup di atas laut selama puluhan tahun dengan menggandeng Bank Negara Indonesia (BNI) melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).
"Untuk itu, Saya meminta Badan Pertanahan Nasional, Dinas Perkim dan masyarakat segera duduk bersama tuntaskan penyediaan lahan. Kita carikan Sponsorship baru," kata Gubernur Malut, Sherly Tjoanda dihubungi, Rabu.
Ke depan, BNI juga diharapkan untuk berpartisipasi dalam program yang lebih luas untuk menyalurkan kredit bagi 3.000 rumah subsidi tahun ini.
Dia mengatakan, secara paralel, upaya juga dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial melalui pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSN).
BPS dan dinas sosial akan melakukan survei dari rumah ke rumah menggunakan aplikasi FASIH untuk memperbarui data DTSN, memastikan bantuan mencapai mereka yang benar-benar membutuhkan.
Gubernur Sherly menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BNI atas komitmennya dan semangat kolaborasi semua pihak yang terlibat, menekankan pentingnya kejelasan status lahan untuk percepatan pelaksanaan proyek perumahan vital ini .
Harapan besar disematkan agar dukungan terus mengalir demi keberhasilan inisiatif pembangunan komunitas ini .
Proyek ini, yang dipelopori oleh program CSR BNI, akan memulai pembangunan rumah untuk 36 keluarga di Desa Sidangoli Dehe . Hal ini menyusul alokasi lahan seluas dua hektare yang telah disetujui dan memiliki status hukum yang jelas (clean and clear) dari BPN untuk Sidangoli Dehe.
Sementara proyek Sidangoli Dehe berjalan, Desa Domato yang berdekatan, yang dengan besar hati telah mengikhlaskan lahan dua hektare untuk Sidanguli Dehe , menghadapi penundaan dalam pembangunan perumahan sendiri karena masalah legalitas lahan yang belum terselesaikan.
Gubernur Maluku Utara, mendesak pihak BPN Halbar untuk perjelas status lahan perumahan Domato agar pembangunan dapat segera dimulai dengan dana CSR lainnya.
Inisiatif ini melibatkan koordinasi erat antara, kepala desa, Dinas Perkim, dan BPN. Tahap konstruksi untuk Sidangoli Dehe diperkirakan memakan waktu sekitar tiga bulan, dengan kerja sama dari pihak TNI.
