Ternate (ANTARA) - Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengimbau warga agar mewaspadai cuaca ekstrem saat berlayar, menindaklanjuti informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, khususnya warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. Pantau terus informasi cuaca dari BMKG dan segera laporkan kepada pemerintah setempat apabila terjadi kondisi darurat," ujar Sherly saat dihubungi, Selasa.
Gubernur mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi.
Imbauan tersebut didasarkan pada peringatan dini cuaca ekstrem yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate, yang memprakirakan potensi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Maluku Utara.
Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga 25 Januari 2026, dengan risiko tinggi terjadinya banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang.
Gubernur Sherly menegaskan bahwa cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang tinggi berpotensi menimbulkan dampak serius, terutama di wilayah dataran rendah dan daerah perbukitan yang rawan longsor.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca dan tidak mengabaikan peringatan yang disampaikan oleh pihak berwenang.
Selain kepada masyarakat, Gubernur juga meminta seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari BPBD provinsi dan kabupaten/kota, camat, lurah, hingga kepala desa, untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Langkah tersebut meliputi pemantauan wilayah secara intensif, kesiapan personel dan peralatan, serta memastikan adanya respons cepat apabila terjadi bencana.
"Kesiapsiagaan semua pihak sangat penting. Pemerintah daerah di tingkat bawah harus aktif memantau kondisi di lapangan dan siap melakukan langkah-langkah penanganan cepat untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi," tegasnya.
Pewarta: Abdul FatahUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026