• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News ambon
Selasa, 20 Januari 2026
Antara News ambon
Antara News ambon
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Maarten Paes:  Ini laga terbesar Indonesia, kami tak boleh terbebani

      Maarten Paes: Ini laga terbesar Indonesia, kami tak boleh terbebani

      6 Oktober 2025 14:20

      Alwi Farhan petik pelajaran usai tumbang di perempat final Hong Kong Open

      Alwi Farhan petik pelajaran usai tumbang di perempat final Hong Kong Open

      13 September 2025 07:17

      Menkum RI pengendali kinerja semester I 2025

      Menkum RI pengendali kinerja semester I 2025

      31 Juli 2025 19:57

      LKBN Antara dan PT Digivla Indonesia akhiri kerja sama media monitoring "Antara Insight"

      LKBN Antara dan PT Digivla Indonesia akhiri kerja sama media monitoring "Antara Insight"

      26 Juni 2024 11:32

      Anggota Polri ukir prestasi di Rochester Institute of Technology Dubai

      Anggota Polri ukir prestasi di Rochester Institute of Technology Dubai

      16 Juni 2024 11:47

  • Maluku
    • Maluku serukan keadilan fiskal nasional lewat reformulasi DAU

      Maluku serukan keadilan fiskal nasional lewat reformulasi DAU

      8 jam lalu

      Pemuda Maluku lolos ajang wirausaha pemula  nasional

      Pemuda Maluku lolos ajang wirausaha pemula nasional

      24 Oktober 2024 19:38

      Forkopimda Maluku bentangkan bendera Merah Putih di dasar laut Teluk Ambon

      Forkopimda Maluku bentangkan bendera Merah Putih di dasar laut Teluk Ambon

      16 Agustus 2024 18:28

      Bakti sosial Kajati Maluku di Pulau Buru salurkan bantuan  perikanan

      Bakti sosial Kajati Maluku di Pulau Buru salurkan bantuan perikanan

      3 Juli 2024 20:41

      Pemprov Maluku pusatkan Shalat Idul Adha di Masjid Raya Al Fatah  Ambon

      Pemprov Maluku pusatkan Shalat Idul Adha di Masjid Raya Al Fatah Ambon

      17 Juni 2024 10:32

  • Metro Amboina
    • Pemkot Ambon ingatkan warga untuk disiplin buang sampah

      Pemkot Ambon ingatkan warga untuk disiplin buang sampah

      14 Januari 2026 15:24

      Dishub Ambon akan tambah lokasi parkir untuk tingkatkan PAD

      Dishub Ambon akan tambah lokasi parkir untuk tingkatkan PAD

      14 Januari 2026 15:24

      DPRD Ambon mediasi sengketa lahan Negeri Halong dan Kodaeral IX

      DPRD Ambon mediasi sengketa lahan Negeri Halong dan Kodaeral IX

      14 Januari 2026 06:19

      DPRD Ambon kawal instruksi pembatasanHP bagi pelajar

      DPRD Ambon kawal instruksi pembatasanHP bagi pelajar

      14 Januari 2026 06:16

      Pemkot Ambon terima bantuan mobil Damkar dari Pemprov Jakarta

      Pemkot Ambon terima bantuan mobil Damkar dari Pemprov Jakarta

      30 Desember 2025 08:10

  • Hukum
    • Unpatti-BNN Maluku kerja sama cegah peredaran narkoba di kampus

      Unpatti-BNN Maluku kerja sama cegah peredaran narkoba di kampus

      6 jam lalu

      Tawaran atlet SEA Games gabung Polri dinilai cerminan transformatif

      Tawaran atlet SEA Games gabung Polri dinilai cerminan transformatif

      8 jam lalu

      Roy Suryo dkk hadirkan sejumlah ahli meringankan

      Roy Suryo dkk hadirkan sejumlah ahli meringankan

      8 jam lalu

      KPK duga Bupati Pati Sudewo patok harga untuk jabatan perangkat desa

      KPK duga Bupati Pati Sudewo patok harga untuk jabatan perangkat desa

      8 jam lalu

      Kemenkum Malut: Kepuasan masyarakat cerminan kinerja layanan hukum

      Kemenkum Malut: Kepuasan masyarakat cerminan kinerja layanan hukum

      11 jam lalu

  • Ekonomi
    • BRMP Maluku siapkan rakitan alat perangkat uji tanah sawah

      BRMP Maluku siapkan rakitan alat perangkat uji tanah sawah

      6 jam lalu

      Indonesia-Jepang gelar temu bisnis perluas aktivitas perdagangan

      Indonesia-Jepang gelar temu bisnis perluas aktivitas perdagangan

      9 jam lalu

      Rupiah berpotensi menguat seiring dolar tertekan aksi jual obligasi AS

      Rupiah berpotensi menguat seiring dolar tertekan aksi jual obligasi AS

      9 jam lalu

      IHSG menguat di tengah pelemahan bursa kawasan dan global

      IHSG menguat di tengah pelemahan bursa kawasan dan global

      9 jam lalu

      Komisi VII DPR ingatkan pemda jangan bergantung pada APBD

      Komisi VII DPR ingatkan pemda jangan bergantung pada APBD

      13 jam lalu

  • Artikel
    • Nanaku dan peran perempuan dalam ketahanan pangan

      Nanaku dan peran perempuan dalam ketahanan pangan

      6 jam lalu

      Nanaku di Pulau Kelang: Baca tanda alam di tengah iklim tidak pasti

      Nanaku di Pulau Kelang: Baca tanda alam di tengah iklim tidak pasti

      8 jam lalu

      Menyulam DNA Daya Saing Desa: Dari Anak Transmigran Jadi Pemimpin

      Menyulam DNA Daya Saing Desa: Dari Anak Transmigran Jadi Pemimpin

      11 Januari 2026 19:13

      Rempah Indonesia: Sunrise Industry perekonomian negeri

      Rempah Indonesia: Sunrise Industry perekonomian negeri

      7 Januari 2026 09:43

      Menguji kembali teknokratisme kepala daerah

      Menguji kembali teknokratisme kepala daerah

      7 Januari 2026 09:41

  • Kesra
    • Pemkab SBT ingatkan warga tidak beraktivitas di sekitar pipa gas bocor di Desa Fattolo

      Pemkab SBT ingatkan warga tidak beraktivitas di sekitar pipa gas bocor di Desa Fattolo

      1 jam lalu

      UT Ambon perluas akses pendidikan tinggi bagi personel TNI-AU bersama Polri

      UT Ambon perluas akses pendidikan tinggi bagi personel TNI-AU bersama Polri

      2 jam lalu

      Unpatti implementasikan kampus bertaraf dunia lewat penerimaan mahasiswa asing, ini kata Rektor

      Unpatti implementasikan kampus bertaraf dunia lewat penerimaan mahasiswa asing, ini kata Rektor

      3 jam lalu

      BKSDA Maluku amankan dua opsetan tanduk rusa saat pemeriksaan rutin di Pelabuhan Ambon

      BKSDA Maluku amankan dua opsetan tanduk rusa saat pemeriksaan rutin di Pelabuhan Ambon

      4 jam lalu

      Menag bicara ekoteologi dan peran agama era AI di Mesir

      Menag bicara ekoteologi dan peran agama era AI di Mesir

      9 jam lalu

  • Tetangga
    • Disajikan pada perkawinan dan acara adat, Kue Sumpit Gamrange Halteng Jadi Pengetahuan Tradisional Dilindungi

      Disajikan pada perkawinan dan acara adat, Kue Sumpit Gamrange Halteng Jadi Pengetahuan Tradisional Dilindungi

      12 Januari 2026 17:50

      Kemenkum turunkan 119 taruna Poltekpin ke lokasi bencana Aceh sasar Lapas dan sekolah

      Kemenkum turunkan 119 taruna Poltekpin ke lokasi bencana Aceh sasar Lapas dan sekolah

      12 Januari 2026 17:42

      Catat nilai sangat baik, Kemenkum Malut pastikan layanan prima bagi masyarakat

      Catat nilai sangat baik, Kemenkum Malut pastikan layanan prima bagi masyarakat

      8 Januari 2026 12:01

      Indeks Reformasi Hukum jadi alat ukur nilai kinerja reformasi birokrasi

      Indeks Reformasi Hukum jadi alat ukur nilai kinerja reformasi birokrasi

      8 Januari 2026 11:57

      Pemkot Tidore Kepulauan peroleh indeks reformasi hukum kategori istimewa

      Pemkot Tidore Kepulauan peroleh indeks reformasi hukum kategori istimewa

      6 Januari 2026 22:04

  • Polkam
    • Pertemuan Prabowo dan PM Starmer akan berfokus kemitraan empat pilar

      Pertemuan Prabowo dan PM Starmer akan berfokus kemitraan empat pilar

      8 jam lalu

      Pengamat: Kunjungan Prabowo ke London tingkatkan eksistensi Indonesia

      Pengamat: Kunjungan Prabowo ke London tingkatkan eksistensi Indonesia

      8 jam lalu

      Komisi I DPR: Prabowo ke Inggris tegaskan posisi RI di panggung dunia

      Komisi I DPR: Prabowo ke Inggris tegaskan posisi RI di panggung dunia

      8 jam lalu

      Gerindra soal OTT Sudewo: Prabowo sudah sering peringatkan kader

      Gerindra soal OTT Sudewo: Prabowo sudah sering peringatkan kader

      8 jam lalu

      Indonesia-Inggris luncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi

      Indonesia-Inggris luncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi

      14 jam lalu

  • DPRD Maluku
    • Wagub: Pengajuan ranperda wujud komitmen pemda jamin kepastian hukum

      Wagub: Pengajuan ranperda wujud komitmen pemda jamin kepastian hukum

      14 jam lalu

      DPRD Maluku: Proses pembebasan lahan TPU Muslim tidak bermasalah

      DPRD Maluku: Proses pembebasan lahan TPU Muslim tidak bermasalah

      19 Januari 2026 19:17

      DPRD Maluku: Revisi Perda pajak dan retribusi tingkatkan pendapatan daerah

      DPRD Maluku: Revisi Perda pajak dan retribusi tingkatkan pendapatan daerah

      20 Desember 2025 08:37

      Pertamina investigasi dugaan praktik ilegal SPBU resahkan warga di MBD

      Pertamina investigasi dugaan praktik ilegal SPBU resahkan warga di MBD

      3 Desember 2025 10:32

      Pelni Ambon tidak buka posko mandiri selama liburan Nataru

      Pelni Ambon tidak buka posko mandiri selama liburan Nataru

      3 Desember 2025 10:25

  • Feature
    • Otto: Reformasi regulasi ditopang kolaborasi danminim ego sektoral

      Otto: Reformasi regulasi ditopang kolaborasi danminim ego sektoral

      18 November 2025 11:52

      Inovasi Porling harapan baru petani "tadah hujan" di Dusun Kranjang Ambon

      Inovasi Porling harapan baru petani "tadah hujan" di Dusun Kranjang Ambon

      29 Oktober 2025 15:28

      KPK panggil WN India  sebagai saksi kasus gratifikasi Rita Widyasari

      KPK panggil WN India sebagai saksi kasus gratifikasi Rita Widyasari

      9 Oktober 2025 13:18

      Memetik hikmah di balik langit runtuh Buduran Sidoarjo

      Memetik hikmah di balik langit runtuh Buduran Sidoarjo

      5 Oktober 2025 05:28

      Mereka yang berjuang untuk kesempatan kedua dari balik jeruji besi

      Mereka yang berjuang untuk kesempatan kedua dari balik jeruji besi

      19 Agustus 2025 13:12

  • Foto
    • Gubernur Sherly perkuat hubungan dengan Kesultanan Tidore

      Gubernur Sherly perkuat hubungan dengan Kesultanan Tidore

      Jumat, 28 November 2025 9:27

      Komitmen PT  Timah  Memperkuat Transformasi  Tata Kelola Tambang  Berkelanjutan 

      Komitmen PT  Timah  Memperkuat Transformasi  Tata Kelola Tambang  Berkelanjutan 

      Jumat, 21 November 2025 13:08

      Etika Foto di Ruang Publik

      Etika Foto di Ruang Publik

      Minggu, 2 November 2025 12:38

      Peresmian Pos Bantuan Hukum di Maluku Utara

      Peresmian Pos Bantuan Hukum di Maluku Utara

      Senin, 13 Oktober 2025 15:24

      Kunjungan Deputi Direksi BPJS Kesehatan ke Antara Maluku

      Kunjungan Deputi Direksi BPJS Kesehatan ke Antara Maluku

      Selasa, 7 Oktober 2025 9:07

  • Video
    • Kasus temuan limbah medis, Pemkot Ambon ancam tutup operasional faskes

      Kasus temuan limbah medis, Pemkot Ambon ancam tutup operasional faskes

      Selasa, 20 Januari 2026 15:09

      Menteri Agama meresmikan UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon

      Menteri Agama meresmikan UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon

      Jumat, 16 Januari 2026 22:01

      Gubernur Maluku datangi Desa Hunuth pastikan warga diami rumah bantuan

      Gubernur Maluku datangi Desa Hunuth pastikan warga diami rumah bantuan

      Kamis, 15 Januari 2026 21:42

      BRMP siapkan 586 penyuluh pertanian untuk damping petani di Maluku

      BRMP siapkan 586 penyuluh pertanian untuk damping petani di Maluku

      Rabu, 14 Januari 2026 18:59

      Pemkot Ambon mulai terapkan tiga hari kerja bagi ASN

      Pemkot Ambon mulai terapkan tiga hari kerja bagi ASN

      Senin, 12 Januari 2026 16:31

Nanaku dan peran perempuan dalam ketahanan pangan

Oleh Winda Herman Selasa, 20 Januari 2026 16:03 WIB

Nanaku dan peran perempuan dalam ketahanan pangan

Perempuan pesisir di Pulau Kelang membantu suami di laut saat belum musim bertani. (ANTARA/ Winda Herman)

Ambon (ANTARA) -

Mitigasi bencana di Pulau Kelang, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, tidak hanya berlangsung di laut. Di ladang-ladang yang terletak beberapa kilometer dari pesisir, para perempuan memegang peran penting dalam menjaga ketahanan pangan desa.

Popi Tiakoi (70), petani perempuan di Kelang yang semasa hidupnya menggantungkan nasib tanamannya pada kepercayaan Nanaku. Usia setua itu tidak menyurutkan ingatannya pada ajaran orang tuanya zaman dahulu. Ia menjelaskan bagaimana ia membaca formasi awan yang disebut naga alam. Posisi kepala dan ekor awan menentukan waktu tanam. “Kalau salah baca, panen bisa gagal,” katanya.

Tidak hanya awan, Popi juga menyampaikan bagaimana menanam kacang-kacangan harus berdasarkan pasang surutnya air. Kalau air surut, kacangnya bagus. Kalau pasang, pasti tidak berhasil. Jadi, ada tanda-tanda yang harus mereka perhatikan. Mata perempuan itu terbelalak, saat menjelaskan pengetahuan kunonya tersebut. Kerutan di pelipis matanya terlihat jelas. Bagi perempuan seperti Popi, membaca alam adalah soal bertahan hidup.

Pengetahuan Popi bukan cerita kosong. Dalam keseharian masyarakat Sole di Pulau Kelang, musim benar-benar membentuk ritme hidup setahun penuh. Kalender musim—yang hidup dalam ingatan para perempuan ladang—menjadi penanda kapan tanah boleh digarap dan kapan harus dibiarkan bernapas.

Awal tahun, dari Januari hingga Maret, hujan turun deras, nyaris tanpa jeda. Inilah masa tanam cabai, cengkeh, pala, jahe, dan rimpang. Meskipun demikian, hujan yang sama juga membawa ancaman banjir dan longsor dari perbukitan. Tanah menjadi lembek, kebun mudah rusak. Karena itu, para perempuan biasanya menanam pohon penahan air, seperti bambu dan lamtoro, sekaligus membersihkan saluran air agar ladang tidak terendam.

Memasuki April dan Mei, hujan mulai tidak menentu. Rumput liar tumbuh cepat, babi hutan kerap masuk kebun, dan hama mulai menyerang. Perempuan mengambil peran penting di fase ini, membersihkan gulma, menjaga kebun, hingga meracik obat semprot sederhana agar tanaman bertahan. Cabai dan jahe dipanen, tetapi hasilnya tidak selalu maksimal karena penyakit tanaman mulai muncul.

Juni hingga Agustus adalah masa terberat. Panas ekstrem memecah tanah, air menghilang, dan hasil panen menurun drastis. Di bulan-bulan ini, ladang lebih banyak dibersihkan dari pada ditanami. Sebagian keluarga memilih menanam tanaman tahan kering, seperti kacang tanah, sambil menunggu hujan kembali turun. “Kalau dipaksakan, pasti gagal,” kata Popi, suatu kali, mengenang musim-musim panjang yang menguras tenaga.

September hingga Oktober masih diwarnai kekeringan. Tanah keras dan air tanah semakin dalam. Persiapan tanam dilakukan pelan-pelan, membersihkan lahan, memperbaiki bedengan, dan menunggu tanda alam yang tepat—arah angin berubah, panas mulai berkurang, atau awan yang menurut orang tua disebut naga alam kembali muncul.

Menjelang November dan Desember, hujan perlahan turun. Inilah saat menanam kembali. Hanya saja, hujan awal juga membawa rumput liar dan hama baru. Penyemprotan dan pembersihan rutin kembali menjadi tugas perempuan di ladang. Siklus itu berulang setiap tahun, tanpa grafik, tanpa angka, namun tertanam kuat dalam ingatan mereka.

Menurut Popi, kalender musim bukan sekadar catatan pertanian. Ia adalah cara bertahan hidup. Kesalahan membaca musim bisa berarti gagal panen, dapur kosong, dan bulan-bulan panjang tanpa penghasilan.

Sayangnya, Nanaku kadang kala tidak menjadi pegangan kuat lagi di masa kini. Bahkan, Popi harus mengingatkan prinsip tetua itu berulang kali kepada anak cucunya. “Anak-anak sekarang maunya mudah. Saya bilang, harus kerja keras, panas-panasan, baru dapat hasil,” katanya.

Mitigasi modern

Di Ambon, Maluku, Stasiun Meteorologi Pattimura terus memantau perubahan cuaca, dengan teknologi satelit dan radar. Setiap 30 menit, data cuaca diperbarui, terutama untuk kepentingan penerbangan dan pelayaran.

Ada jarak yang nyata antara data di layar monitor dan realitas di pesisir Pulau Kelang. Informasi sering berhenti di grup WhatsApp aparat desa dan kadang tidak sampai ke nelayan yang berada di laut, tanpa sinyal. Barangkali, orang-orang setiap hari membaca cuaca lewat layar, angka, dan citra satelit, namun mungkin hanya orang-orang, seperti Wa Ode Dwi, seorang bidan desa. Popi dan seusianya, berharap selamanya pada kekuatan naga alam dan air surut.

Di Maluku, membaca alam memang bukan hanya urusan teknologi. Masyarakat memiliki caranya sendiri, mengamati bulan, arah angin, warna air laut, hingga tanda-tanda yang diwariskan leluhur. Soal itu, BMKG tidak merasa perlu berhadap-hadapan.

“Kalau masyarakat punya kemampuan atau cara pandang sendiri untuk melihat kondisi alam, itu hak mereka. Kami tetap menjalankan tugas pokok dan fungsi kami berdasarkan data,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Ambon Kamari.

Di ruang kerja BMKG, keputusan tidak diambil dari firasat. Ada mekanisme yang harus dilalui, ada data yang harus dibaca. Citra satelit menjadi mata utama, memantau kondisi atmosfer global dan regional, membaca pergerakan awan, tekanan udara, hingga potensi cuaca ekstrem. Tanpa data, tidak ada informasi yang boleh keluar.

“Kami tidak bisa memberikan pelayanan tanpa data. Itu yang kami pegang,” tegasnya.

Karena itu, BMKG memilih berjalan berdampingan. Adat dan budaya tetap hidup, sementara sisi teknis diperkuat oleh sains. Dua cara membaca alam yang berbeda, tetapi diarahkan pada tujuan yang sama: keselamatan.

Tugas BMKG melebar ke seluruh Maluku. Prakiraan cuaca harian, tiga harian, hingga peringatan dini cuaca buruk disusun dan disebarluaskan dari Ambon ke kabupaten dan kota. Tanggung jawabnya bukan satu kota, melainkan satu provinsi kepulauan.

BMKG tidak memaksa orang percaya. Mereka juga tidak mengintervensi cara masyarakat membaca alam. Hal yang mereka lakukan adalah memastikan data akurat, informasi tepat waktu, dan evaluasi terus-menerus terhadap kerja mereka sendiri.

“Kami tetap jalan dengan jalan kami. Yang terpenting, keselamatan nomor satu. Dengan kondisi cuaca seperti apa pun, keselamatan harus diutamakan,” katanya.

Nanaku boleh tetap dipercaya sebagai warisan leluhur. Tanda-tanda alam boleh terus dibaca dengan kearifan lokal, namun, ketika peringatan dini datang dari BMKG, Kamari berharap masyarakat mau memberi ruang untuk mendengar.

Manusia dan alam

Di Maluku, dengan wilayah kepulauan dipenuhi negeri-negeri adat, alam tidak pernah benar-benar sunyi. Ia berbicara lewat tanda-tanda kecil yang dipercaya, diingat, dan diwariskan turun-temurun. Kepercayaan itu disebut nanaku —atau oleh sebagian orang disebut juga nattualah— sebuah posisi hikmat yang menempatkan manusia dalam relasi hormat dengan alam.

“Nanaku itu sebenarnya bukan tahayul,” ujar seorang sosiolog lingkungan dari Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon Jeffry E M Leiwakabessy. Bgi dia, nanaku adalah hikmat Tuhan kepada manusia, tentang bagaimana manusia merespons perubahan alam.

Sosiolog lingkungan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon Jeffry E M Leiwakabessy. (ANTARA/ Winda Herman)

Bagi masyarakat adat, nanaku bukan sekadar cerita lama. Ia hidup dalam keseharian, mengikat manusia dengan adat, lingkungan, dan sesama. Pada Negeri Latuhalat, di Pulau Ambon, misalnya, nanaku hadir dalam bentuk kapatah atau pepatah adat yang selalu diucapkan dalam setiap upacara. Kapatah bukan hiasan kata. Ia dipercaya sebagai pagar keselamatan. Ketika adat dijalankan, tanpa kapatah, orang-orang yakin akan ada sesuatu yang “tidak beres” menyusul.

Keyakinan semacam itu tidak hanya berhenti pada ritus adat. Ia merasuk ke ruang paling intim dalam kehidupan: rumah tangga, kehamilan, bahkan posisi tidur suami-istri. Dalam pernikahan adat Latuhalat, Ambon, ada ritual makan dari piring susu. Jika diabaikan, pernikahan dipercaya bisa berujung kegagalan. Ibu hamil dilarang makan di piring lebar, konon anaknya akan bermuka lebar. Rantai emas dan perhiasan putih pun dihindari, karena diyakini bisa membuat bayi “terlilit” di dalam kandungan.

Sebagian orang mungkin tersenyum mendengarnya. Sementara bagi masyarakat adat, nanaku adalah pengetahuan yang teruji oleh waktu. Bahkan, tanda-tanda sederhana, seperti tangan kiri gatal, dipercaya sebagai pertanda rezeki, sementara tangan kanan gatal berarti siap mengeluarkan uang. Sang akademisi pun tersenyum kecil, ketika mengingat pengalamannya sendiri, tangan kiri yang gatal, disusul rezeki dua puluh juta rupiah. “Itu nyata, saya alami,” katanya.

Lebih dari sekadar kepercayaan personal, nanaku berfungsi sebagai sistem sosial dan ekologis. Dalam perspektif sosiologi lingkungan, ia bekerja sebagai mitigasi bencana. Di beberapa wilayah di Buru Selatan, Maluku, seperti Ambalau dan kawasan pegunungan, larangan adat yang dikaitkan dengan roh-roh halus justru menjadi cara paling efektif menjaga hutan dan gunung. Orang segan melanggar, karena takut pada konsekuensi yang tak kasat mata. Berbeda dengan larangan formal yang bisa diabaikan atau dirusak.

Nanaku juga menjadi kunci membaca konflik dan keberuntungan hidup. Dalam penelitian konflik tanah di Negeri Laha, masyarakat meyakini kekalahan mereka di tingkat peninjauan kembali (PK), bukan semata persoalan hukum, melainkan akibat adat yang tidak dijalankan dengan sempurna. Mereka menang di PTUN, kejaksaan, hingga kejaksaan tinggi, namun kalah di ujung jalan, PK. “Itu sial,” kata mereka. Sial karena adat diabaikan.

Keyakinan semacam ini menegaskan satu hal: bagi masyarakat adat, alam, hukum, dan kehidupan sosial tidak berdiri sendiri. Semuanya saling terkait.

Setiap tahun, negeri-negeri adat menggelar ritus bersama. Raja sebagai pemimpin adat, saniri negeri sebagai penjaga keputusan, dan seluruh warga terlibat untuk “melindungi kampung”, melindungi tanah, laut, hutan, dan sumber daya yang menjadi sandaran hidup. Di dalamnya terkandung nilai interaksi, kepercayaan, dan gotong royong yang telah lama mengakar di Maluku, dari Saparua, Nusa Laut, Haruku, hingga Kisar.

Rumah dibangun bersama, lahan dibuka bersama, beban juga dipikul bersama. Jaringan sosial tumbuh, bukan karena kontrak, tetapi karena rasa saling percaya.

Modernisasi memang datang membawa teknologi, aplikasi cuaca, dan informasi instan, namun, menurut sang akademisi, pengaruhnya terhadap nanaku tidaklah signifikan. Anak-anak mungkin mulai berjarak, tetapi cerita terus mengalir dari mulut ke mulut, dari pemangku adat kepada generasi penerus. Selama kehidupan berjalan, nanaku akan tetap diceritakan.

Ia mencontohkan longsor besar di Sumatera Utara, akibat manusia gagal merespons alam dengan bijak. Tanah digerus, tanpa perhitungan, tanda-tanda alam diabaikan. Bencana pun datang. “Itu contoh ketika manusia tidak mendengar alam,” ucapnya.

Karena itu, strategi menjaga nanaku, bukan dengan menentang modernitas, melainkan melalui edukasi. Nilai kearifan lokal, kini masuk ke kurikulum sekolah, dari SD hingga perguruan tinggi. Di universitas, ia diperkuat lewat program pengabdian kepada masyarakat, kerja sama langsung dengan komunitas adat.

“Ini bukan soal agama,” tegasnya. “Ini soal membuka hati. Soal saling menerima.”

Di tengah dunia yang terus berubah, nanaku tetap berdiri sebagai ingatan kolektif, pengetahuan yang tidak tertulis, tetapi hidup. Ia mengajarkan bahwa membaca alam bukan sekadar keterampilan, melainkan sikap hidup. Dan selama negeri adat masih menjaga hubungan itu, nanaku akan terus menemukan jalannya, dari generasi ke generasi.

Untuk bertahan

Kebijakan mitigasi di Seram Bagian Barat masih didominasi pendekatan struktural, pembangunan talud pemecah ombak, atau tanggul. Pendekatan ini kerap mengabaikan pengetahuan lokal tentang arus, gelombang, dan dinamika alam setempat. Risiko kebijakan yang mengabaikan Nanaku adalah kegagalan mitigasi dan kerusakan lingkungan yang lebih parah.

Di Kelang, alam kerap hadir dengan cara yang lebih senyap, memberi isyarat lebih dulu, sebelum benar-benar menjelma bencana. Tanda-tanda itu sering muncul bukan dari langit atau air sungai semata, melainkan dari makhluk-makhluk yang hidup berdampingan dengan manusia. Suara anjing, ayam, dan burung menjadi bahasa pertama alam, jauh sebelum sirene atau peringatan resmi terdengar.

Suatu Subuh di Desa Sole seharusnya tenang. Laut biasanya masih gelap, kampung belum sepenuhnya terjaga, namun pagi itu berbeda. Sekitar pukul tiga hingga empat, dini hari, suara-suara tak biasa memecah kesunyian. Anjing menggonggong, tanpa henti, ayam berkokok tak pada waktunya, burung-burung berkicau ramai, seolah ada yang hendak disampaikan. Bagi orang-orang tua di Sole, itu bukan suara biasa. Itu tanda.

“Tapi waktu itu tidak terlalu dipikirkan,” kenang seorang perangkat desa, Muhammad Arsad Pegatong (50). Hujan memang turun, tapi tak deras. Tak ada yang menyangka, beberapa jam kemudian, longsor besar menghantam kawasan Jawa Sakti di desa tersebut. Tanah runtuh, kampung porak-poranda, dan warga dipaksa mengungsi. Tidak ada korban jiwa, saat kejadian tesebut.

Pengalaman itu membekas. Hingga kini, ingatan tentang tanda-tanda alam masih hidup di tengah masyarakat pesisir Desa Sole. Pengetahuan yang diwariskan turun-temurun, yang dulu dikenal sebagai “komite keilmuan”, namun oleh warga disebut sederhana sebagai tanda orang tua-tua.

Μitigasi bukan perkara mudah. Tantangan terbesar justru ada pada sumber daya manusia. “Tidak bisa hanya berharap pada satu dua orang,” kata Arsad. Semua harus bergerak. Pemerintah desa, masyarakat, relawan, hingga pemerintah daerah.

Masyarakat sebenarnya tahu tanda-tanda alam itu. Saat hujan turun dan malam dipenuhi suara burung, ayam, dan anjing yang tak wajar, itu pertanda. Saat ikan-ikan laut naik ke daratan atau sungai, itu sinyal ombak besar akan datang. Pengetahuan itu hidup, tapi sering dianggap biasa, hingga bencana kembali mengingatkan.

Di Tonu, masyarakat telah melakukan konsep desa tangguh bencana (destana) berangkat dari pendekatan Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat (PRBM). Prinsipnya sederhana, namun kuat: siapa yang tinggal paling dekat dengan sumber risiko, dialah yang harus paling siap. Dari rumah-rumah warga, sekolah, balai desa, hingga tepian sungai atau laut, komunitas memetakan potensi bahaya, menyusun rencana evakuasi, membangun sistem peringatan dini, dan memanfaatkan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.

Tujuan dari pengembangan destana menyentuh seluruh lapisan kehidupan desa, bahkan, kini, hingga Sole. Ia berupaya melindungi warga yang tinggal di kawasan rawan —tanah longsor, banjir, gempa, atau tsunami— agar tidak lagi menjadi korban tiap kali bencana datang. Di saat yang sama, proses ini memperkuat kapasitas masyarakat untuk mengelola sumber daya yang mereka miliki: dari pengetahuan lokal hingga alat sederhana yang bisa menyelamatkan nyawa.

Hanya saja, membangun ketangguhan tidak bisa dilakukan sendiri. Destana hadir sebagai jembatan kerja sama: antara warga dan pemerintah, relawan dan perguruan tinggi, sektor swasta dan organisasi masyarakat. Lebih jauh, inisiatif ini menempatkan kearifan lokal sebagai bagian penting dari upaya mitigasi.

Pulau Kelang adalah potret kecil tantangan pulau-pulau kecil Indonesia di tengah krisis iklim. Nanaku menunjukkan bahwa mitigasi bencana tidak selalu harus dimulai dari teknologi mahal, tetapi dari kemampuan membaca alam dan menjaga relasi dengan lingkungan.

Pada akhirnya, Tonu dan Sole adalah cerminan desa yang matang memahami lingkungannya. Sebuah komunitas yang tahu bahwa bencana tak bisa dicegah, tetapi dampaknya bisa diminimalkan. Bahwa ketangguhan bukan datang dari bantuan luar, melainkan dari solidaritas, kesiapsiagaan, dan keberanian warganya.

Di desa-desa itu, masyarakat tidak lagi berkata, “Kami menunggu diselamatkan.” Mereka memilih berkata, “Kami siap menyelamatkan diri dan menjaga satu sama lain.”

Pelaporan ini memperlihatkan bahwa masa depan mitigasi bencana terletak pada kemampuan menganyam tradisi dan sains. Nanaku mengajarkan bahwa membaca alam bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan sikap hidup. Selama masyarakat dan negara mau mendengar satu sama lain, Pulau Kelang masih memiliki harapan untuk bertahan di tengah iklim yang kian tak pasti.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Nanaku dan peran perempuan dalam ketahanan pangan

Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Whatsapp
  • facebook
  • twitter
  • email
  • pinterest
  • print

Berita Terkait

Nanaku di Pulau Kelang: Baca tanda alam di tengah iklim tidak pasti

Nanaku di Pulau Kelang: Baca tanda alam di tengah iklim tidak pasti

8 jam lalu

Maluku sediakan Nanaku Sapa mudahkan pelaporan kasus kekerasan anak

Maluku sediakan Nanaku Sapa mudahkan pelaporan kasus kekerasan anak

3 Februari 2023 17:29

Tim SAR cari nelayan hilang di perairan Pulau Kelang, intensifkan pencarian

Tim SAR cari nelayan hilang di perairan Pulau Kelang, intensifkan pencarian

30 Agustus 2021 10:10

Dua warga Manipa tenggelam di perairan pulau Kelang belum ditemukan

Dua warga Manipa tenggelam di perairan pulau Kelang belum ditemukan

12 November 2020 16:58

SAR Namlea cari dua orang tenggelam di Perairan Pulau Kelang

SAR Namlea cari dua orang tenggelam di Perairan Pulau Kelang

9 November 2020 07:53

Unpatti-BNN Maluku kerja sama cegah peredaran narkoba di kampus

Unpatti-BNN Maluku kerja sama cegah peredaran narkoba di kampus

6 jam lalu

Terpopuler

Liga Italia - Tekuk Bologna 2-1, Fiorentina keluar dari zona degradasi

Liga Italia - Tekuk Bologna 2-1, Fiorentina keluar dari zona degradasi

Valencia ke perempat final Piala Raja usai taklukkan Burgos

Valencia ke perempat final Piala Raja usai taklukkan Burgos

Heerenven kalahkan Waalwijk, Volendam atasi Rotterdam

Heerenven kalahkan Waalwijk, Volendam atasi Rotterdam

Bojan tak terlalu pikirkan predikat juara paruh musim Persib Bandung

Bojan tak terlalu pikirkan predikat juara paruh musim Persib Bandung

Jadwal Liga Champions: big match Inter Milan lawan Arsenal

Jadwal Liga Champions: big match Inter Milan lawan Arsenal

Top News

  • Nanaku di Pulau Kelang: Baca tanda alam di tengah iklim tidak pasti

    Nanaku di Pulau Kelang: Baca tanda alam di tengah iklim tidak pasti

    8 jam lalu

  • Pesona Langgur, gerbang awal keindahan kepulauan Kei Maluku Tenggara

    Pesona Langgur, gerbang awal keindahan kepulauan Kei Maluku Tenggara

    14 Januari 2026 21:23

  • Hakim adili wanita muda pembunuh bayi di hutan Haruku

    Hakim adili wanita muda pembunuh bayi di hutan Haruku

    12 Januari 2026 18:45

  • Prajurit Kodam Pattimura fasilitasi reintegrasi anggota KKB ke NKRI lewat pendekatan humanis

    Prajurit Kodam Pattimura fasilitasi reintegrasi anggota KKB ke NKRI lewat pendekatan humanis

    5 Januari 2026 18:55

  • Malut United pesta gol, robohkan   PSBS Biak 6-2

    Malut United pesta gol, robohkan PSBS Biak 6-2

    4 Januari 2026 18:57

Antara News ambon
ambon.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Top News
  • Terkini
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Maluku
  • Metro Ambonia
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Kesra
  • Tetangga
  • Polkam
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA
notification icon
Dapatkan Berita Terkini khusus untuk anda dengan mengaktifkan notifikasi Antaranews.com