Mataram (ANTARA) - Buku berjudul Langkah Sunyi Menuju Puncak: Biografi Akhmad Munir, Dari Rock n’ Roll ke Jenderal Wartawan, merekam perjalanan seorang anak desa di Sumenep yang ditempa kesederhanaan, doa ibu, dan keteguhan hati.

Buku setebal 266 halaman karya wartawan ANTARA Abdul Hakim ini tidak sekadar menata riwayat jabatan, tetapi menyelami makna di balik setiap langkah hidup seorang jurnalis yang menapaki jalan panjang menuju puncak pers nasional.

"Saya tidak ingin berhenti pada daftar posisi dan peristiwa. Saya ingin menangkap esensi terdalam yang membentuk integritas beliau (Akhmad Munir)," kata Abdul Hakim saat Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, Minggu.

Baginya, biografi adalah upaya memahami nilai yang tersembunyi di balik pergulatan dan pilihan hidup.



Dalam penelusurannya, Hakim menemukan benang merah berupa kesunyian yang menumbuhkan keteguhan. Munir lahir tanpa karpet merah, hanya dengan warisan doa seorang ibu yang dipanjatkan dalam diam, namun menjadi energi tak kasat mata sepanjang perjalanan hidupnya.

"Namun buku ini juga membuka fase yang jarang diketahui publik, yakni masa muda Munir yang lekat dengan semangat rock n’ roll. Musik keras, panggung sederhana, dan gairah kebebasan pernah menjadi bagian dari pencarian jati dirinya," ujar Hakim yang telah menulis delapan buku ini.

Rock n’ roll baginya bukan sekadar aliran musik, melainkan simbol keberanian bersuara dan semangat menabrak batas. Dari irama yang bergelora itu, ia belajar tentang ekspresi, keberanian tampil, dan keteguhan memegang prinsip.

Energi masa muda itu kemudian menemukan arah baru ketika ia bersentuhan dengan dunia tulis-menulis. Idealisme-nya tidak lagi disalurkan lewat panggung musik, tetapi melalui berita dan laporan yang menyuarakan kenyataan.



Dari rumah sederhana berdinding rapuh dan halaman berdebu, Munir belajar arti daya tahan. Kesederhanaan itu melatihnya untuk tegar, bersyukur, dan percaya bahwa kemewahan sejati terletak pada kekuatan hati, bukan pada limpahan harta.

Dunia jurnalistik kemudian menjadi ruang pengabdian. Sebagai reporter lapangan, ia terbiasa mengejar narasumber, berpacu dengan tenggat, dan menerima kritik keras. Tekanan menjadi sekolah yang menempanya memahami jurnalisme sebagai panggilan nurani.

Ia meyakini berita bukan sekadar produk informasi, melainkan tanggung jawab moral. Dari organisasi profesi, ia belajar menjaga maruah pers berarti menjaga kepercayaan publik yang menjadi fondasi demokrasi.

Kepercayaan itu mengantarkannya memimpin Perum LKBN ANTARA periode 2023–2025 dan dipercaya menjadi Ketua Umum PWI Pusat periode 2025–2030. Amanah tersebut tidak dimaknainya sebagai puncak kebanggaan pribadi, melainkan ladang pengabdian yang menuntut integritas dan keberanian.

"Buku ini menyingkap bahwa jalan sunyi kerap lebih panjang dan terjal dibanding jalan pintas penuh gemerlap. Namun justru di ruang sunyi itulah karakter ditempa, tekad diuji, dan komitmen terhadap nilai diperkuat," kata Hakim yang mendapat amanah sebagai Kepala ANTARA Biro NTB.

Kemenangan dalam memimpin PWI digambarkan sebagai kemenangan gagasan tentang persatuan. Luka organisasi diyakini dapat disembuhkan, perbedaan dijahit kembali, selama ada niat tulus untuk menjaga rumah besar wartawan Indonesia.

Dalam pengantarnya, Akhmad Munir menyampaikan perjalanan hidupnya bermula dari rumah sederhana di pelosok Sumenep yang mengajarkannya arti kesabaran, kerja keras, dan rasa syukur. Kesederhanaan itu justru menjadi fondasi keteguhan saat menghadapi berbagai ujian kehidupan dan profesi.

Ia memandang setiap amanah, baik sebagai pemimpin kantor berita negara maupun organisasi wartawan, sebagai tanggung jawab menjaga nilai dan kepercayaan. Kepemimpinan baginya adalah teladan dalam integritas, bukan sekadar posisi struktural.

Munir juga berharap buku ini menjadi penyemangat bagi generasi muda dan insan pers di seluruh Indonesia. Dari titik paling sederhana, siapa pun dapat menapaki jalan panjang menuju puncak selama menjaga kejujuran, memegang integritas, dan tidak melupakan doa orang tua.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Langkah Sunyi Akhmad Munir: Dari Rock n' Roll ke Jenderal Wartawan



Pewarta: Nur Imansyah
Editor : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026