Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku melakukan pemeriksaan terhadap 33.500 kilogram telur ayam konsumsi yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur, sebelum didistribusikan ke masyarakat di Kota Ambon dan sekitarnya.
Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Senin mengatakan pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari tugas dan fungsi karantina dalam melakukan pengawasan lalu lintas media pembawa komoditas hewan yang masuk ke wilayah Maluku.
“Pejabat Karantina BKHIT Maluku melaksanakan pengawasan terhadap media pembawa komoditi hewan berupa telur ayam yang masuk ke wilayah Ambon menggunakan alat angkut KM Oriental Diamond. Langkah ini dilakukan untuk mencegah masuk dan tersebarnya Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) serta memastikan keamanan dan mutu pangan yang beredar di masyarakat,” kata dia.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan pengawasan, petugas karantina melakukan serangkaian prosedur sesuai dengan ketentuan perkarantinaan, mulai dari pemeriksaan dokumen karantina, pemeriksaan fisik komoditas, hingga kesesuaian jumlah dan kondisi telur dengan dokumen yang menyertainya.
Selain itu, petugas juga memastikan kemasan telur dalam kondisi baik, bersih, dan tidak rusak, serta memastikan alat angkut yang digunakan memenuhi persyaratan kebersihan dan sanitasi guna mencegah kontaminasi selama proses pengangkutan.
“Setelah seluruh tahapan pemeriksaan dinyatakan lengkap dan memenuhi persyaratan, komoditas telur tersebut dapat dilanjutkan ke tahap distribusi. Namun apabila ditemukan ketidaksesuaian, maka akan dilakukan tindakan karantina sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.
Kepala BKHIT Maluku menambahkan, pengawasan yang dilakukan BKHIT Maluku tidak hanya bertujuan melindungi wilayah Maluku dari ancaman penyakit hewan, tetapi juga sebagai upaya memberikan perlindungan kepada konsumen agar pangan asal hewan yang dikonsumsi aman, sehat, utuh, dan halal.
BKHIT Maluku, lanjutnya, terus berkomitmen meningkatkan pengawasan terhadap pemasukan dan pengeluaran media pembawa hewan, ikan, dan tumbuhan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat di wilayah Maluku.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026