Ambon (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Maluku resmi menutup operasi pencarian dan pertolongan terhadap empat anak buah kapal (ABK) KM Indo Perkasa 03 yang tenggelam di Perairan Kepulauan Aru sejak Senin (2/2) sekitar pukul 07.00 WIT.

"Penutupan operasi SAR ini dilakukan terhadap ABK kapal penangkap cumi tersebut setelah tujuh hari dilakukan upaya pencarian para korban," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon di Ambon, Selasa.

Empat ABK yang belum ditemukan adalah Nari, Andriyanus, Aditya Saputra, seta Agung Muhammad.

Memasuki hari ketujuh operasi, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari dua SRU kembali dikerahkan dalam operasi pencarian keempat korban lainnya dari kapal KM. Indo Perkasa 03 yang masih dinyatakan hilang.

Sekitar pukul 08.15 WIT, dua unit alut laut yakni RIB USS Dobo dan Speedboat BPBD Dobo dikerahkan menuju lokasi pencarian pada dua titik koordinat dimana SRU 1 menyisir koordinat 5°50'46.00"S, 134° 8'59.00"E dan 5°32'45.00"S, 134° 8'59.00"E, sementara SRU 2 pada koordinat 5°32'45.00"S, 134° 8'59.00"E dan 5°18'23.00"S, 134° 8'59.00"E.

"Sejak dua hari kemarin pelaksanaan operasi SAR sedikit mendapat tantangan di lapangan berupa cuaca yang buruk serta tinggi gelombang yang terjadi di sekitar Perairan Laut Aru," ujarnya.

Hari ini pada operasi SAR hari ketujuh kedua SRU kembali dikerahkan guna melakukan pencarian korban dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan dan upaya pencarian korban di tengah cuaca yang buruk sama sekali tidak mengurangi semangat dari seluruh Tim SAR Gabungan.

Di sisa-sisa hari terakhir pelaksanaan Operasi SAR upaya pencarian korban terus dilakukan hingga menjelang sore hari dengan jarak sejauh kurang lebih 35 Nautical Mile arah Utara dan Barat dengan hasil belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Dia menambahkan, pada dua hari Operasi SAR sebelumnya, alhamdulillah diterima informasi dari Tim DVI Polda Maluku bahwa satu orang korban yang dimakamkan warga di Desa Jerwatu, Kecamatan Aru Utara telah berhasil teridentifikasi atas nama saudara imam.

Dengan begitu jumlah korban yang berhasil teridentifikasi menjadi empat orang antara lain Fransiskus, ⁠Liadi, ⁠Muhamad Panji, serta Imam

"Sehubungan dengan telah dilaksanakannya Operasi SAR sampai hari ketujuh tidak ada tanda–tanda ditemukannya korban, hasil koordinasi dan evaluasi bersama perwakilan keluarga korban dan potensi SAR maka operasi dihentikan dan ditutup," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, pada tanggal 04 Februari 2026 sekitar pukul 11.30 WIT, Unit Siaga SAR Dobo menerima informasi dari Sertu Abdillah (Anggota Koramil 1503-03/Dobo) melaporkan bahwa pada tanggal 02 Februari sekitar pukul 07.00 WIT Kkapal cumi KM. Indo Perkasa 03 dengan jumlah ABK 16 orang mengalami tenggelam di Perairan Pulau Wasir (Toba) Utara, Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru akibat dihantam gelombang tinggi.

Hingga Operasi SAR dilaksanakan sampai hari ketujuh tercatat delapan orang selamat antara lain Zainudin (nahkoda), Muhammad Bilal, Afrizal, Ahmad Fauzi, Febry Alziran Firmansyah, Muhamad Nur Isnaeni, Muhammad Ridwan, serta Wandi Salusi.



Pewarta: Daniel Leonard
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026