Ternate, 30/12 (Antara Maluku) - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate menggelar rangkaian hari jadi Kota Ternate dengan sederhana berupa festival kora-kora dan lomba bahasa Ternate bagi siswa SMA/ sederajat di daerah ini.

"Hari Jadi Ternate ke-765 yang jatuh pada 29 Desember 2015 melibatkan warga di festival kora-kora dan lomba menggunakan bahasa Ternate," kata Pejabat Wali Kota Ternate, Idrus Assagaf usai menggelar upacara hari jadi Ternate, Selasa.

Kendati demikian, Wali Kota meminta agar momentum hari jadi Ternate ini jangan hanya dijadikan sebagai seremonial, tetapi semangat dalam menjaga eksistensi budaya Ternate yang berlandaskan pembangunan.

Selain itu, Pemkot Ternate juga akan menjadikan Benteng Ford Oranye sebagai ikon dan pusat penelitian serta arkeologi, sehingga menjadi objek wisata menarik bagi wisatawan yang akan mengunjungi Ternate.

Wali Kota mengatakan, Ternate merupakan salah satu kota tertua di Indonesia, di mana pada 1250 telah terbentuk Ternate yang dipimpin oleh raja pertama bernama Cico.

Karena itu, Ternate yang menjadi kota tertua dengan nama Kota Sampalo ini telah diperkuat dengan lahirnya Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2004 tentang hari jadi Ternate.

Pemkot Ternate juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang telah membuat naskah secara ilmiah tentang lahirnya Kota Ternate, menghadirkan para ilmuan seperti Prof DR Leirisa, Prof DR Lepian, Prof Saleh Putuhena, almarhum Sultan Ternate Mudafar Sjah dan mantan Rektor Unkhair Yusuf Abdurahman.

Sebelumnya, Pemkot Ternate pada momentum hari jadi Ternate pada 2015 menggelar lomba gerak jalan tingkat SD, membuka secara resmi lomba skateboard competition.

Pada lomba gerak jalan tingkat SD, diikuti lebih dari 100 kelompok dalam upaya pemerintah membangun silaturrahmi untuk menjadikan Ternate lebih baik ke depan.

"Dengan kegiatan ini, kita berharap proses pembangunan kota Ternate kedepan, menjadi lebih baik lagi," tegas wali kota.

Pewarta: Abdul Fatah
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026