Pemerintah dan warga Kecamatan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), membutuhkan layanan telekomunikasi sehingga perlu dibangun Base Tranciever Station (BTS) guna memperlancar komunikasi, kata Kadis Perhubungan dan Kominfo setempat, Irwan Patty. "Manipa itu memiliki penduduk sekitar 10.000-an kepala keluarga, makanya pengelola layanan telepon seluler bila membuka jaringan di sana tidak rugi," katanya di Ambon, Senin. Irwan Patty mengakui layanan telekomunikasi juga dibutuhkan guna mengantisipasi bencana alam yang sering terjadi di sana, terutama musibah laut. Dia mencontohkan speedboat "RANI" yang tenggelam dalam pelayaran Manipa-Pulau Ambon pada Kamis (5/8) malam. Baru 11 dari 17 penumpang ditemukan dan lima di antaranya meninggal dunia. Begitu pun perahu tradisional (ketinting) yang berlayar dari desa Alang Asaude-Manipa pada 14 Juli 2010, ternyata hingga saat ini sekitar delapan penumpang, termasuk salah satu personil polisi belum ditemukan. "Jadi bila BTS dibangun di Manipa, maka mendukung kelancaran komunikasi untuk kebutuhan pemerintah, pembangunan dan pelayaan sosial, termasuk menangani bencana alam seperti musibah laut karena bisa menjangkau hingga ke laut Buru dan laut Seram," ujar Irwan. Disinggung rencana kementerian komunikasi dan informatika (Kominfo) pada 2010 membangun tiga BTS di SBB, dia mengakui tidak tahu karena idealnya itu dikoordinasikan dengan pihaknya. "Saya belum dikoordinasikan soal kementerian kominfo membangun tiga BTS di SBB. Sekiranya rencananya demikian, maka perlu dibangun di Manipa, Kelang dan Pulau karena ketiga pulau itu terpisah dari pulau Seram sebagai induk kabupaten SBB," kata Irwan. Kadis Kominfo Maluku Bakry Lumbessy mengatakan, tiga BTS itu sudah dibangun di daerah Huamual Belakang. "Sudah dibangun dan saya berkoordinasi dengan Ketua Bappeda SBB, Sofyan Sitepu," tegasnya. Sofyan Sitepu ketika dikonfirmasi membenarkan berkoordinasi dengan Bakry Lumbessy untuk membangun tiga BTS tersebut. "Tidak salah rencana bangunnya di pulau Kelang, Manipa dan Buano. Hanya saja perlu dicek lagi sehingga pembangunannya sesuai dengan program Kementerian Kominfo," ujarnya. Kementerian Kominfo pada 2010 memprogramkan membangun 32 BTS di delapan kabupaten/kota di Maluku sebagai realisasi dari program bertajuk "Implementation Of Merah Putih for Rural and Development". Ke-32 BTS itu tersebar di kabupaten Buru sebanyak delapan unit, Maluku Tenggara tujuh unit, Maluku Tengah lima unit, Buru Selatan empat unit, SBB tiga unit, Kepuluan Aru satu unit serta masing-masing dua unit di kota Ambon dan Seram Bagian Timur (SBT). Program itu bertujuan membuka keterisolasian melalui akses informasi, mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah, mengurangi kesenjangan digital serta memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan sebagaimana komitmen pemerintah dalam rencana pembangunan jangka menengah.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026