Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan bahwa pengembangan talenta kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) menjadi prioritas pemerintah dalam pelaksanaan transformasi digital nasional dan pewujudan visi Indonesia Emas 2045.
"Daya saing bangsa di era AI ditentukan oleh seberapa banyak talenta yang mampu memahami, mengembangkan, dan memanfaatkan teknologi tersebut untuk menjawab tantangan bangsa," katanya dalam Garuda AI Impact Summit 2026 di Jakarta, Kamis.
"Itulah sebabnya agenda pengembangan talenta AI nasional akan terus menjadi prioritas pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045," ia menambahkan.
Nezar mengatakan bahwa salah satu tantangan besar yang dihadapi pada era AI adalah menyiapkan sumber daya manusia yang dapat memanfaatkan teknologi tersebut secara produktif dan bertanggung jawab.
Ia lalu mengutip Stanford AI Index Report 2024 yang menunjukkan adanya kesenjangan persepsi antara ahli dan masyarakat umum mengenai dampak AI terhadap dunia kerja.
Menurut laporan itu, sebanyak 73 persen ahli AI meyakini teknologi tersebut akan memberikan dampak positif bagi pekerjaan tetapi hanya 23 persen anggota masyarakat yang memiliki pandangan serupa.
Nezar mengatakan, perbedaan persepsi itu menunjukkan pentingnya peningkatan literasi digital dan pengembangan keterampilan AI agar masyarakat dapat memahami peluang sekaligus risiko yang muncul dari perkembangan teknologi AI.
Oleh karena itu, pemerintah menjadikan upaya pengembangan talenta digital sebagai prioritas dalam pelaksanaan transformasi digital nasional.
"Kita ingin manfaat AI dapat dirasakan oleh pelajar, guru, pelaku UMKM, aparatur pemerintah, komunitas lokal, hingga masyarakat umum di seluruh Nusantara," kata Nezar.
Kementerian Komunikasi dan Digital dalam beberapa tahun terakhir telah menjalankan berbagai program literasi digital untuk meningkatkan kecakapan masyarakat, termasuk program pelatihan daring, peningkatan kapasitas, dan peningkatan kesadaran tentang penggunaan AI secara bertanggung jawab.
Selain itu, Nezar mengatakan, pemerintah terus mendorong lahirnya inovasi berbasis AI dari talenta-talenta muda Indonesia.
Program AI Ready Asia yang dijalankan bersama ASEAN Foundation telah menjangkau lebih dari 5,3 juta warga Indonesia dan jangkauannya akan terus diperluas hingga tahun 2028.
Pemerintah juga mengembangkan Garuda SPARK Innovation Hub, yang mempertemukan talenta, industri, akademisi, dan pemerintah dalam satu ekosistem inovasi guna mempercepat pengembangan teknologi AI di Indonesia.
Nezar menekankan bahwa AI harus menjadi sarana untuk membuka kesempatan belajar, berinovasi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara luas.
"Komitmen Indonesia jelas, yakni memastikan AI tidak hanya menjadi milik segelintir pihak, tetapi menjadi kekuatan yang membuka peluang bagi seluruh masyarakat," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemerintah prioritaskan pengembangan talenta AI
Pewarta: Farika Nur KhotimahUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.