"Lambannya dalam mengantisipasi sehingga harga bahan pokok masyarakat saat ini mulai mengalami kenaikan," kata Wakil Ketua II DPRD Kota Ternate, Djadid Ali, di Ternate, Minggu.
Bahan pokok masyarakat yang mengalami lonjakan harga seperti beras, terigu, minyak goreng, cabe keriting, cabe rawit, tomat, kol, kentang dan wortel.
Melonjaknya harga juga dipengaruhi transportasi dan ketersediaan stok sehingga diduga kemungkinan ada penimbunan bahan pokok masyarakat.
"Pemkot Ternate perlu berkoordinasi untuk mengatasi agar transportasi bahan pokok masyarakat. Kalau dugaan adanya penimbunan, maka polisi perlu mengungkapkannya," ujar Djadid.
Dia menegaskan, langkag itu sesuai dengan instruksi Kapolri, Jenderal Bahrodin Haiti.
Kapolri telah menginstruksikan pada 2 Juni 2016 kepada seluruh jajajaran Polda se-Indonesia untuk memantau dan menindak jika ada penimbunan barang.
"Kalau penangkapan hingga sekarang belum, maka perlu diawasi agar tidak memanfaatkan kesempatan saat umat Islam menunaikan ibadah Puasa," tandas Djadid.
Sebelumnya, dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan ada beberapa makanan dan minuman yang sudah kadarluasa tapi masih dipajang untuk dijual.
Penemuan di Multi Mart Jatiland Mall petugas menemukan makan ringan sudah kadaluarsa dan di Hypermart terdapat Fanta ukuran botol besar yang masa masa kadaluarsanya sudah lewat dari 2 Juni 2016, tapi masih dijual.
Pewarta: M. Ponting: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.