Ternate, 1/7 (Antara Maluku) - Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) menyatakan, Nilai Tukar Petani (NTP) setempat turun 0,46 persen berdasarkan perbandingan indeks harga yang diterima petani (IT) terhadap indeks harga yang dibayar petani (IB).

"Penurunan NTP pada Juni 2016 disebabkan karena indeks harga hasil produksi pertanian mengalami peningkatan sebesar 0,40 persen akan tetapi lebih kecil dibandingkan peningkatan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun keperluan produksi pertanian yang mencapai 0,87 persen," kata Kepala BPS Malut, Misfahrudin di Ternate, Jumat.

Menurutnya, penurunan NTP Provinsi Malut pada Juni 2016 disebabkan oleh turunnya NTP pada dua subsektor tanaman perkebunan rakyat 1,90 persen dan peternakan 0,53 persen.

Sedangkan, NTP subsektor tanaman pangan mengalami peningkatan 0,10 persen.

Subsektor hortikultura naik sebesar 1,31 persen dan perikanan naik sebesar 0,41 persen.

Dia menyatakan, hal ini merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan.

Menurut Misfahrudin, NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, karena secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di tujuh kabupaten se-Provinsi Malut pada Juni 2016, NTP turun 0,46 persen dibandingkan NTP Mei 2016 yaitu dari 104,64 menjadi 104,15.

"IT dari kelima subsektor menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani.

Di Malut IT mengalami peningkatan sebesar 0,40 persen jika dibandingkan dengan It pada Mei 2016, yaitu dari 124,82 persen naik menjadi 125,32 persen.

Misfudin mengaku, melalui IB dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

Bahkan, pada Juni 2016, IB Provinsi Malut naik sebesar 0,87 persen bila dibanding Mei 2016, yaitu dari 119,28 menjadi 120,32.

Pewarta: Abdul Fatah
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026