Ternate, 22/7 (Antara Maluku) - Perum Bulog Subdivre Maluku Utara (Malut) memastikan, stok beras pasca perayaan Idul Fitri 1437 Hijriah aman, bahkan diprediksikan bertahan empat sampai lima bulan mendatang.

"Hal ini dibuktikan dengan bertambahnya stok yang baru didatangkan dari pulau Sulawesi seminggu lalu sebanyak 2.000 ton. Jadi stok yang tersedia adalah 5.792 ton,"kata Kepala Bagian Unit Pelayanan Publik Perum Bulog Subdivre Malut, Malik Abduk Wahab, di Ternate, Jumat.

Menurutnya, bila beras yang ada di subdivre Malut kurang 2.000 atau 3.000 ton langsung diminta, sebab pihaknya menjaga agar stok pangan tetap terjaga.

"Jadi beras sebanyak 5.792 ton itu, jika diasumsi bahwa penyaluran 1.000 ton/bulan, maka untuk beberapa bulan ke depan, bahkan sampai perayaan Idul Adha bisa terjaga," ujar Malik.

Dia mengemukakan, penyaluran saat bulan suci Ramadhan 1437 Hijriah kebanyakan memenuhi Raskin, bahkan mencapai 2.000 ton lebih.

Selain itu, dalam penyalurannya pun tidak ada kendala. Penyaluran setiap kabupaten/ kota tergantung permintaan, sedangkan Bulog hanya menyiapkan beras dan admistrasi.

Sedangkan, untuk operasi pasar (OP) yang biasa petugas melakukan di sekitar pasar sekarang belum direalisasikan.

"OP yang saat ini dilaksanakan hanya di depan kantor Bulog agar masyarakat dapat membeli beras untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan harga edceran tertinggi (HET) Rp7.900/Kg," katanya.

Pewarta: Abdul Fatah
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026