Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur Pulau Ambon sejak tiga hari terakhir ini telah mengakibatkan sedikitnya delapan rumah warga di berbagai kawasan kota tertimbun longsoran.
Pantauan ANTARA di Ambon sejak Kamis malam (12/8) hingga Jumat siang, longsoran tanah maupun talud milik warga terjadi di kawasan Karang Panjang, Belakang Soya, Mangga Dua, Benteng Atas, Lateri dan Waiheru.
Kerugian material yang diderita masyarakat akibat bencana ini belum diketahui secara pasti karena masih dalam pendataan Dinas Sosial Provinsi Maluku maupun Kota Ambon. Namun sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sejumlah petugas Dinsos Kota Ambon yang melakukan pendataan di kawasan Karang Panjang membagikan terpal ukuran 4 x 6 meter kepada warga yang mengalami musibah untuk menutupi longsoran agar tidak terkena guyuran hujan secara langsung.
"Kami terpaksa mengevakuasi seluruh perabot rumah dan mengungsi ke tempat lain karena rumah ini sudah tidak layak dihuni," kata salah satu korban longsor di Karang Panjang, Fredom Toumahuw.
Kondisi rumah Toumahuw cukup memperihatinkan dan terancam ambruk akibat terjadi longsoran pada dua sisi, karena longsoran tanah sejak Kamis malam (12/8) menghancurkan bagian dapur, sedangkan kejadian Kamis malam membuat posisi rumahnya terancam jatuh ke jurang.
Selain Toumahuw, maka keluarga D. Soplanit yang merupakan tetangganya juga mengalami musibah yang sama karena talud 5 x 8 meter roboh dan menghantam bagian dapur keluarga M. Noya di bawahnya.
Warga Benteng Atas lainnya, Boby Paliayama mengatakan, dua rumah di kawasan itu tertimbun longsor sejak Kamis malam, (12/8) dan sudah dilaporkan kepada pihak Dinsos.
"Sayangnya sampai hari ini, belum satu pun petugas yang mendatangi lokasi itu guna melakukan pendataan," katanya.
Anggota DPRD Kota Ambon, Afras Pattisahusiwa sejak Juni 2010 lalu sudah pernah mengimbau Wali Kota Papilaja supaya mengumumkan 60 titik rawan longsor di daerah ini agar warga lebih waspada selama terjadi hujan lebat.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.