Ternate, 25/11 (Antara Maluku) - Depot Pertamina Ternate, Maluku Utara (Malut) meminta masyarakat setempat untuk tidak panik, dan menjamin stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, solar, dan pertalite aman dalam dua pekan mendatang

Sales Executive Manager Retail V PT Pertamina Depot Ternate, Andi Arifin di Ternate, Jumat, menyatakan kebutuhan BBM untuk masyarakat tetap terjaga dan masyarakat diimbau untuk tidak menimbun BBM dengan cara memanfaatkan terbatasnya BBM yang didistribusi ke SPBU di Ternate.

"Kami meminta agar manajemen SPBU dan pengecer tidak memanfaatkan kondisi ini dengan menimbun BBM maupun menjual dengan harga tiga kali lipat dari harga normal," katanya.

Permintaan Depot Pertamina itu disampaikan menyusul terjadinya kenaikan BBM di tingkat pengecer hingga mencapai Rp20 ribu per liter dalam tiga hari terakhir.

Dia mengakui, adanya pengurangan jatah SPBU yang biasanya 20 - 25 kl dikurangi hingga 15 kl per hari, untuk menjaga stok BBM bisa tetap tersedia dan Pertamina pastikan stok BBM mulai tersedia mulai Sabtu (26/11) Besok, karena kapal tanker yang membawa BBM jenis premium sebanyak 900 kl (900 ribu liter) telah diberangkat dari Tobelo menuju Ternate pada Jumat sekitar 03.00 wit dini hari.

Sementara itu, di tempat terpisah, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana) Nasri Abubakar menyatakan, memang saat ini terjadi keterlambatan, sehingga untuk stok yang ada dipertamina dijaga hingga kapal yang membawa primium akan tiba di Ternate.

"Artinya distribusi dari pertamina perhari dikurangi, misalnya dari empat mobil untuk SPBU dan APMS yang ada di Kota Ternate, dengan keterlambatan kapal ini dikurangi menjadi tiga, jika kapal belum tiba lagi dikurangi menjadi dua per hari, sampai tibanya kapal," katanya.

Namun, saat dikonfirmasi, kapal ini mengalami keterlambatan, sehingga kapal yang membawa primum direncanakan akan tiba di Ternate pada hari Sabtu besok.

Kendati demikian, Pertamina dan agen resmi mengusahakan agar Kota Ternate tetap memiliki BBM jenis primium walaupun terjadi keterlambatan.

Pewarta: Abdul Fatah
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026