Ternate, 24/1 (Antara Maluku) - Kapolda Maluku Utara, Brigadir Jenderal Pol Tugas Dwi Apriyanto memastikan pemilihan kepala daerah (pilkada) di kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) dan Pulau Morotai aman dan terkendali.

"Memang, tingkat pengamanan di dua kabupaten ini sudah dipetakan daerah mana yang memiliki titik rawan konfilik, selain petakan titik konfilik, Januari ini 60 personil siap diturunkan di dua kabupetan dibagi 30 di Halteng dan 30 di Pulau Morotai," ujarnya di Ternate, Selasa.

Selain itu, kata Kapolda, pola pengamanan pada hari pencoblosan nanti akan dijaga satu personil polisi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Dia memastikan selain polisi menjaga di tiap TPS, linmas juga ikut terlibat untuk pengamanan.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan pengamanan penyelenggara pilkada KPU setempat.

Ia berharap, aparat kepoisian di Polres Morotai dapat menjunjung tinggi netralitas agar tidak memicu konflik antar para pendukung pasangan calon.

Dirinya juga berharap pemilihan suara di Pilkada Halteng dan Morotai kali ini berjalan dengan baik sehingga tidak terjadi pemungutan suara ulang (PSU).

Sementara itu, sejumlah tim sukses di dalam masa kampanye menyoroti adanya mobilisasi dukungan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk mendukung pasangan calon tertentu di pilkada.

Di Kabupaten Pulau Morotai misalnya, menurut Suaib Hi Kamel, tim sukses pasangan calon Beny Laos-Asrun Padoma meminta kepada PNS dan pegawai honorer agar jangan takut bila ada ancaman dari sejumlah kandidat.

"Ada kandidat yang menekan para PNS dan honorer, kalau tidak memilihnya maka akan dipecat, tetapi saya himbau kepada PNS dan honorer jangan pernah takut dengan gertakan seperti itu karena kami 16 anggota DPRD ada di belakang anda," ujarnya.

Pewarta: Abdul Fatah
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026