Ternate, 2/5 (Antara Maluku) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara (Malut) mencatat, pada April 2017 Kota Ternate mengalami inflasi sebesar 0,36, persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 131,19.

"Inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 0,71 persen dan inflasi year on year Kota Ternate sebesar 2,72 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Nasional yaitu masing-masing sebesar 1,28 persen dan 4,17 persen," kata Kepala BPS Malut, Misfahrudin di Ternate, Selasa.

Sedangkan untuk Nasional mengalami inflasi sebesar 0,09 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 128,33.

Dimana, dari 82 kota IHK, 53 kota mengalami inflasi dan sisanya mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,02 persen, Kota Tanjung Pandan sebesar 0,93 persen, dan Kota Jayapura sebesar 0,73 persen.

"Kota Ternate mengalami inflasi di empat kelompok pengeluaran, deflasi di satu kelompok pengeluaran dan stagnan di dua pengeluaran lainnya. Adapun inflasi empat kelompok pengeluaran tersebut yaitu kelompok kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 2,25 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,46 persen, kelompok sandang 0,01 persen, dan transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,34 persen," ujarnya.

Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,88 persen, dimana untuk kelompok pengeluaran yang stagnan adalah kelompok kesehatan dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga.

Menurut Misfahruddin, untuk subkelompoknya seperti bahan makanan, pada April 2017 mengalami deflasi 0,88 persen atau terjadi penurunan indeks dari 125,21 pada Maret 2017, menjadi 124,11 pada April 2017. Kelompok ini memberikan sumbangan atau andil deflasi sebesar 0,18 persen pada keseluruhan inflasi April 2017.

Selain itu, Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada April 2017 mengalami inflasi 2,25 persen atau terjadi kenaikan indeks 134,96 pada Maret 2017, menjadi 137,99 pada April 2017.

Kelompok ini pada April 2017 memberikan sumbangan atau andil inflasi sebesar 0,32 persen pada inflasi keseluruhan dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada April 2017 mengalami inflasi 0,46 persen atau terjadi kenaikan indeks 129,99 pada Maret 2017, menjadi 130,59 pada April 2017, sedangkan kelompok ini memberikan sumbangan inflasi 0,17 persen pada inflasi keseluruhan.

"Untuk kelompok sandang pada April 2017 mengalami inflasi 0,01 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 149,06 pada Maret 2017, menjadi 149,08 pada April 2017, karena kelompok ini pada April 2017 memberikan sumbangan atau andil inflasi sebesar 0,00 persen pada inflasi keseluruhan," katanya.

Pewarta: Abdul Fatah
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026