"Banyak warga yang kini bermukim di kawasan bantaran Kali Tubo, padahal lokasi itu sangat rawan bencana banjir lahar dingin Gunung Gamalama, sehingga harus direlokasi," kata Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan Kota Ternate Rizal Marsaoly di Ternate, Jumat.
Kawasan Kali Tubo yang terletak di Kecamatan Ternate Utara itu pada 2012 dilanda banjir bandang lahar dingin Gunung Gamalama yang mengakibatkan belasan warga tewas dan puluhan warga lainnya luka serta menghancurkan pula puluhan rumah warga.
Menurut Rizal, Pemkot Ternate akan merelokasi warga yang bermukim di kawasan Kali Tubo tersebut ke lahan miliki pemkot yang ada di kelurahan setempat, yang pembangunan rumahnya dianggarkan melalui APBN.
Sesuai perencanaan awal, Pemkot Ternate akan membangun 52 unit rumah ukuran 36 m2 dengan konstruksi tunggal untuk warga yang akan direlokasi dari kawasan Kali Tubo tersebut, yang ditargetkan pembangunannya rampung pada akhir 2017.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Ternate DJunaidi Bahrudin mengatakan kawasan Kali Tubo tersebut sudah lama ditetapkan sebagai kawasan terlarang bagi pemukiman, tetapi mengapa pemkot membiarkan warga membangun rumah di kawasan itu.
Pascaterjadi banjir bandang di lokasi tersebut pada 2012, seharusnya Pemkot Ternate tidak membiarkan warga membangun rumah di lokasi itu, tetapi karena pemkot terkesan membiarkannya, sehingga semakin banyak yang memaksakan diri membangun rumah di lokasi setempat tanpa memperdulikan bahaya yang mengancam keselamatannya.
"Kalau sejak dulu pemkot tegas untuk melarang warga membangun rumah di kawasan tersebut, maka pemerintah tidak perlu lagi mengalokasikan anggaran untuk merelokasi mereka dan diharapkan hal seperti ini tidak terulang lagi di masa datang," katanya menambahkan.
Pewarta: La Ode Aminuddin: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.