Ambon, 31/5 (Antara Maluku) - Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) Provinsi Maluku Utara diminta bekerja lebih giat dan efektif guna mencegah masuknya kelompok radikal dan teroris ke wilayah itu, menyusul munculnya kelompok bersenjata yang berafiliasi ke ISIS di Kota Marawi, Mindanao, Filipina Selatan.

Siaran pers Penerangan Kodam XVI/Pattimura yang diterima Antara Rabu, menyatakan penekanan agar Tim Pora di Maluku Utara bekerja maksimal itu muncul dalam rapat koordinasi tertutup antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan unsur TNI/Polri di wilayah tersebut.

Rapat koordinasi itu digelar di dua tempat, masing-masing di Makorem 152/Babullah Ternate dan di ruang pertemuan Bupati Halmahera Utara di Kota Tobelo.

Rapat membahas cara mengantisipasi ancaman terorisme dan radikalisme yang belakangan ini terjadi di Marawi, dan tidak menutup kemungkinan bergeser ke wilayah Maluku Utara.

Hasil rapat menyimpulkan perlunya upaya propaganda dan pengawasan agar kelompok radikal dan teroris tidak masuk ke Maluku Utara seperti Tobelo dan Ternate, yang tidak terpisah jauh dari Pulau Mindanao, Filipina Selatan.

Semua pihak termasuk pemerintah daerah, instansi TNI/Polri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda diminta terus berupaya membangkitkan kesadaran masyarakat untuk menolak tegas paham radikal dan teroris.

Disebutkan, pengawasan terhadap orang asing sangat penting dan harus dilakukan secara ketat, temasuk terhadap TKA (tenaga kerja asing) seperti penghadangan di pelabuhan Ternate beberapa waktu lalu.

Dalam rapat juga dibicarakan kemungkinan wilayah Marawi bisa dimasuki ISIS karena kurangnya pengawasan, sehingga untuk mengantisipasinya perlu dilakukan pengawasan dan pemantauan wilayah baik melalui udara maupun laut.

Pengawasan dan pemantauan harus melibatkan seluruh instansi terutama TNI dan Polri.

Seluruh jajaran Kominda (Komunikasi dan informasi daerah) harus berperan aktif mendukung program pemerintah pusat dalam menangkap radikalisme di Maluku Utara.

Seluruh elemen masyarkat juga bertanggung jawab dalam menjaga stabilitas keamanan Wilayah.

Unsur Kominda harus bersinergi dalam upaya menjaga sitkamtibmas dan mewaspadai adanya pergerakan kelompok terorisme/radikalisme seperti ISIS dan kasus peledakan bom bunuh diri yang baru-baru ini terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta.

Pewarta: Rofinus E. Kumpul
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026