Sebanyak 2.000 pemuda akan menanam 2.000 anakan mangrove di sepanjang pesisir pantai Teluk Dalam Ambon, sebagai bagian dari kegiatan pelayaran bertaraf internasional "Sail Banda 2010", Juli-Agustus mendatang.
"Kaum muda itu termasuk remaja masjid, angkatan muda Gereja Protestan Maluku (GPM), siswa SMA/SMK, mahasiswa, pramuka dan karang taruna. Merekan akan menanam mangrove masing - masing satu anakan," kata Koordinator Bakti Sosial Sail Banda 2010, Fat Basalamah, kepada ANTARA, di Ambon, Sabtu.
Ia menyatakan, anakan mangrove yang akan ditanam sedang disiapkan melalui koordinasi dengan Dinas Kehutanan Maluku bersama unit pelaksana teknis (upt) pusat di Kementerian Kehutanan.
Kegiatan yang dijadwalkan pelaksanaannya pada 30 Juli 2010 itu merupakan program bakti sosial guna mendukung gerakan nasional One Man One Tree (satu orang menanam satu pohon).
Basalamah, juga Kadis Kesehatan Maluku, mengatakan program ini juga bertujuan meningkatkan kepedulian dan kesadaran pemuda akan pentingnya menanam dan memelihara pohon secara berkelanjutan guna mengurangi pemanasan global.
"Minimal melalui penanaman mangrove para pemuda menyadari strategisnya jenis pohon tersebut, yang merupakan habitat sejumlah plankton sebagai makanan biota laut di pesisir pantai, sekaligus fungsinya dalam meredam guncangan gempa bumi maupun gelombang pasang (tsunami)," katanya.menjelaskan.
Program tersebut, lanjutnya, merupakan upaya regenerasi pohon mangrove di pesisir pantai sepanjang Teluk Dalam Ambon yang telah berusia tua.
"Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu menginginkan mangrove harus dijaga habitatnya sepanjang Teluk Dalam Ambon, karena strategis untuk pengembangan sektor perikanan maupun agrowisata," ujar Bassalamah.
Pada kesempatan lain Kadis Kehutanan Maluku, Berty Papilaja menyatakan jajarannya mendukung kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut program On Man One Tree yang dicanangkan Gubernur Ralahalu di pantai Poka, Kota Ambon, 28 November 2009.
"Kami telah menanam 1.000 anakan mangrove jenis pasir maupun lumpur mulai dari pantai Poka, Kecamatan Teluk Ambon hingga Kelurahan Lateri, Kecamatan Baguala, sebagai bagian dari penanaman minimal 1.351.100 anakan pohon di Maluku tahun lalu," katanya.
Papilaja menambahkan, Maluku memiliki kawasan hutan seluas 4,39 juta hektare dan yang perlu direhabilitasi mencapai 1,01 juta haktare.
Kerusakan hutan di Maluku, katanya, disebabkan antara lain perladangan berpindah, perambahan hutan, pembalakan liar, faktor agroklimat dan kebakaran hutan.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.