Ternate, 31/3 (Antaranews Maluku) - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) menyatakan, hingga saat ini harga kebutuhan pokok bagi masyarakat masih relatif stabil, meskipun kondisi cuaca dalam sepekan terakhir pengaruhi pasokan yang masuk ke Ternate.

Sekretaris TPID Kota Ternate, Sutopo Abdullah di Ternate, Minggu, mengatakan, inflasi yang terjadi pada bulan lalu dinilai tidak terlalu meningkat, karena sudah diantisipasi dan biasanya harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan secara signifikan kalau menjelang Ramadan.

Dia mengatakan, pembahasan pertama yang dilajukan mengenai perkembangan inflasi di bulan Februari 2018 diangka 1,05 persen, lebih tinggi dari inflasi Nasional yang hanya 0,69 persen.

Dimana, penyumbang inflasi di Kota Ternate pada bulan diantaranya bahan maknan adalah tomat dan sayur-sayuran, tarif listrik, tarif angkutan, ikan tongkol dan lainnya.

Dengan begitu, TPID sudah dilakukan penanganan sehingga harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan, namun tidak terlalu segnifikan.

Dia menilai, harga pasar cukup stabil berkat komitmen pemasok yang membantu menjaga harga dan ketersediaan stok, namun setelah itu harga mengalami fluktuatif.

Sutopo mengaku, kenaikan harga lebih diakibatkan faktor cuaca dan dipengaruhi kebutuhan pokok yang didatangkan dari Manado, seperti cabe, tomat, kol hampir semua menggunakan pesawat terbang, sehingga memicu kenaikan harga.

Oleh karena itu, ke depan TPID akan terus berkoordinasi menjaga kestabilan harga, apalagi saat ini menjelang momentum hari besar keagamaan.

Bahkan TPID memastikan beras, minyak tanah, gula, terigu dan sembilan bahan pokok lainnya tidak akan mengalami kenaikan.

"Saat ini kami fokus pada barito, apalagi ada informasi dari pemasok, kol sedang mengalami kenaikan harga dan saat dikroscek ternyata pemasok barito di Bitung sedang melaksanakan kegiatan keagamaan sehingga pasokan kol selama seminggu belum dikirim," ujarnya.

Pewarta: Abdul Fatah
Editor : John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026