Ternate, 3/4 (Antaranews Maluku) - Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) mencatat, pada bulan Maret 2018 Kota Ternate mengalami inflasi sebesar 0,61 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 135,01.

Kepala BPS Malut, Misfaruddin di Ternate, Senin, mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Maluku Utara, pada pasar tradisional dan pasar modern di Kota Ternate, bulan Maret 2018 mengalami inflasi 0,61 persen dengan tingkat inflasi tahun kalender Maret 2018 sebesar 1,63 persen dan tingkat inflasi Year on Year (Maret 2018 terhadap Maret 2017) sebesar 3,28 persen.

Selain itu, Kota Ternate mengalami inflasi di empat kelompok pengeluaran, deflasi di dua kelompok pengeluaran serta stagnan di satu kelompok pengeluaran.

Dimana, ada kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,14 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 2,05 persen, kelompok sandang sebesar 0,04 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,07 persen.

Sedangkan deflasi di dua kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,76 persen, serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,05 persen dan stagnan di satu kelompok pengeluaran yaitu kelompok kesehatan.

Selain itu, secara nasional mengalami inflasi sebesar 0,20 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 132,58. Dari 82 kota IHK, 57 kota mengalami inflasi, 25 kota lainnya mengalami deflasi dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura sebesar 2,10 persen, Kota Tembilahan sebesar 1,38 persen, dan Kota Tanjung sebesar 0,83 persen.

Dimana, untuk inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 1,63 persen dan inflasi year on year Kota Ternate sebesar 3,28 persen dan inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Nasional yaitu masing-masing sebesar 0,99 persen dan 3,40 persen.

Selain itu, pada Maret 2018, Kota Ternate mengalami inflasi di empat kelompok pengeluaran diantaranya makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,14 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 2,05 persen, kelompok sandang sebesar 0,04 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,07 persen.

Pewarta: Abdul Fatah
Editor : John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026