Ternate, 27/4 (Antaranews Maluku) - Harga daging sapi segar di Ternate, Maluku Utara (Malut) masih stabil pada angka Rp110.000/Kg, karena stoknya cukup banyak dan permintaan konsumen belum menunjukkan peningkatan.

"Permintaan konsumen terhadap daging sapi segar biasanya mengalami peningkatan menjelang Ramadan dan lebaran Indul Fitri dan nanti pada saat itu harganya baru mengalami kenaikan," kata Kasman, salah seorang penjual daging sapi di Pasar Higienis Ternate, Jumat.

Pada saat seperti itu harga daging sapi segar biasanya mengalami kenaikan sampai Rp150.000/Kg, tetapi sering pula hanya sampai Rp130.000/Kg ketika daging sapi di pasaran cukup melimpah.

Kasman mengharapkan agar Pemprov Malut mengendalikan pengiriman sapi potong dari Malut ke provinsi lain, karena hal itu akan mengakibatkan terbatasnya stok sapi potong untuk kebutuhan lokal yang pada gilirannya akan mengakibatkan harga daging sapi segar naik.

Para pedagang sapi tidak menginginkan harga daging sapi di pasaran setempat sampai melonjak, karena pedagang justru akan merugi sebab permintaan dari konsumen akan menurun.

Ketua Asosiasi Pengusaha Sapi Potong dan Kerbau Malut Ibrahim Hamid sebelumnya juga telah meminta kepada Pemprov Malut untuk mengendalikan pengiriman sapi potong dari Malut ke provinsi lain, terutama menjelang Ramadan dan lebaran Idul Fitri nanti.

Pemprov Malut harus lebih memprioritaskan penyediaan stok sapi potong untuk kebutuhan lokal, karena kalau tidak ada pembatasan dari pemprov, masyarakat akan lebih tergiur menjual sapinya kepada para pengusaha yang akan mengirimnya ke provinsi lain.

"Para pengusaha itu berani membeli sapi dengan harga lebih tinggi, karena keuntungan yang mereka peroleh ketika menjualnya ke provinsi lain cukup besar tanpa mau memperdulikan kebutuhan masyarakat setempat," katanya menambahkan.

Pewarta: M. Ponting
Editor : John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026