Ternate, 24/5 (Antaranews Maluku) - Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan (Tikep), Maluku Utara (Malut) menyerap aspirasi nelayan setempat, menyusul adanya keluhan konsumen terkait tingginya harga ikan di daerah tersebut.

"Kami bergerak cepat dengan melakukan rapat bersama nelayan ini untuk mencari akar permasalahan sekaligus solusi terkait tingginya harga ikan di Tidore selama Ramadan," kata Wakil Wali (Wawali) Kota Tikep, Muhammad Senen dalam siaran pers yang diterima Antara, Rabu.

Dalam pertemuan tersebut para nelayan atau pemilik kapal dan para pedagang kembali menyampaikan keluhan kepada Pemerintah.

Keluhan yang disampaikan terkait ketersediaan es, air, BBM hingga proses pembongkaran ikan yang tidak semua kapal terlayani oleh kapal oleh Perusda AMAN Mandiri yang menjadi salah satu penyebab tingginya harga ikan.

Menanggapi keluhan dari para nelayan dan para pedagang, Wakil Wali Kota, Muhammad Senen meminta agar Perusda harus mampu memenuhi kebutuhan para nelayan maupun pedagang berupa air, es dan BBM (Bahan Bakar Minyak) dengan catatan kebutuhan diberikan tidak cuma-cuma atau tidak gratis.

Sehingga, untuk tekhnisnya dapat diatur oleh pihak Perusda dengan mempertimbangkan kondisi Perusda sendiri.

Sementara untuk BBM, Wakil Wali Kota akan meminta pihak Perusda untuk bekerja sama dengan koperasi yang menyediakan BBM di PPI Goto dengan mengutamakan para pemilik kapal.

Di kesempatan yang sama, dia menegaskan kepada pihak Perusda AMAN Mandiri untuk melayani seluruh kapal yang melakukan aktifitas bongkar ikan di PPI Goto.

Seluruh aktifitas bongkar muat ikan di pelabuhan itu diserahkan kepada pihak Perusda untuk melakukannya, sementara pedagang ikan tidak bisa langsung membeli ikan dari kapal, harus melalui Perusda, agar fluktuasi harga ikan lebih terjaga dan stabil.

Sementara untuk menekan tingginya harga ikan, Wawali menginstruksikan kepada Dewan Pengawas Perusda AMAN Mandiri untuk bersama Walikota dan Wakil Walikota membahas terkait SK Standarisasi harga ikan dengan melibatkan para pedagang dan juga pemilik kapal.

Sedangkan, dalam laporan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tidore Kepulauan melaporkan bahwa mesin pembuatan es Balok telah berfungsi kembali dan berharap dapat memenuhi kembali kebutuhan es di PPI Goto.

Pewarta: Abdul Fatah
Editor : John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026