Ketua Asosiasi Pengusaha Sapi Potong Malut, Ibrahim, di Ternate, Minggu, mengatakan menghadapi Hari Raya Idul Adha 1439 Hijiriah 2018, kebutuhan sapi potong di daerah ini baik untuk hewan kurban maupun daging pasti meningkat.
Tetapi kalau Pemprov Malut tetap mengizinkan pengiriman sapi potong keluar daerah dikhawatirkan akan terjadi kelangkaan yang pada gilirannya akan mengakibatkan melonjaknya harga sapi potong untuk kurban dan harga daging.
Ia mengatakan Pemprov Malut sebenarnya sudah mengeluarkan Surat Edaran mengenai larangan pengiriman sapi potong keluar daerah saat hari bewsar Islam, khususnya Idul Fitri dan Idul Adha, tetapi Surat Edaran tersebut justru dilanggar sendiri oleh Pemprov.
Buktinya, beberapa waktu lalu ada pengiriman sapi potong keluar dari Malut sebanyak 200 ekor dengan tujuan Bitung, Sulawesi Utara dan tidak tertutup kemungkinan ada lagi pengiriman menjelang Hari Raya Idul Adha nanti.
"Seharusnya pengiriman sapi potong keluar daerah dilakukan nanti setelah lebaran Idul Adha agar tidak mengganggu penyediaan stok untuk kebutuhan hewan kurban dan daging di daerah ini," katanya.
Kebutuhan sapi potong untuk hewan kurban di Malut setiap Hari Raya Idul Adha itu cukup tinggi. Di Kota Ternate, misalnya, mencapai sedikitnya 500 ekor.
Ia menambahkan, harga daging sapi potong di Ternate saat ini masih normal yakni Rp110ribu per kg, tetapi saat Hari Raya Idul Adha nanti biasanya naik sampai Rp120ribu per kg.
Pewarta: Abdul FatahEditor : John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.