Sikap tegas pemerintah terhadap Malaysia tidak harus dilakukan dengan cara perang senjata tapi bisa dengan urat syaraf seperti ancaman pemutusan hubungan diplomatik, kata mantan pimpinan Komisi I DPR Arief Mudatsir Mandan. "Memang yang dibutuhkan ketegasan tetapi tidak harus dengan perang,  bisa melalui perang urat syaraf seperti pemanggilan duta besar, ancaman pemutusan hubungan diplomatik serta penghentian pengiriman tenaga kerja," katanya di Kantor PBNU Jakarta, Sabtu. Arief Mudatsir Mandan mengemukakan hal itu usai menghadiri buka puasa bersama jajaran PBNU yang dihadiri antara lain Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Menakertrans Muhaimin Iskandar,  Menteri PDT Ahmad Helmi Faisal Zaini serta sejumlah duta besar. Menurut dia, sikap tegas seperti itu yang seharusnya diambil oleh pemerintah Indonesia dalam menyikapi sikap pemerintah Malaysia yang menangkap tiga warga Indonesia dan memperlakukannya secara  tidak sepatutnya. Dia juga sangat mendukung sikap pemerintah Indonesia yang tidak bersikap emosional dengan cara mengancam melakukan perang terhadap Malaysia. Perang, katanya, memang harus mengerahkan seluruh sumber daya manusia termasuk tentara dan dana yang sangat besar. "Perang memang merupakan pilihan paling akhir dan harus dilihat manfaat dan mudaratnya. Sepanjang bisa diselesaikan secara diplomasi, maka saya kira jalur diplomasi lebih baik," tegasnya. Dia menambahkan ketegasan memang berbeda dengan perang dan bisa dilakukan pemerintah Indonesia  dengan cara memberi peringatan keras agar Malaysia tidak mengulangi perbuatan serupa itu lagi. Menanggapi pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang oleh banyak pihak dianggap terlalu lemah, dia mengatakan bahwa dirinya bisa memahaminya. "Pemerintah Indonesia menawarkan untuk segera melakukan perundingan batas kedua negara. Itulah yang membuat rakyat merasa jengkel karena mereka menilai pemerintah tidak tegas," katanya. Dirinya justru mengkhawatirkan, pemerintah Malaysia akan mengulur-ulur waktu perundingan batas kedua negara sambil mencari dukungan dari badan atau organisasi internasional seperti PBB. "Kalau memang Malaysia mengulur-ulur waktu maka bisa jadi negara itu memiliki kepercayaan makin tinggi karena merasa mendapat dukungan pihak internasional. Kita mesti ingat kasus Sipadan-Ligitan," katanya. Arief Mudatsir Mandan juga mengingatkan jika diplomasi pemerintah Indonesia terhadap Malaysia masih menggunakan cara-cara lama, maka kecil kemungkinan upaya penyelesaian berbagai masalah kedua negara bisa selesai.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026