Arus mudik di pelabuhan-pelabuhan di Pulau Ambon hingga H - 5 Idul Fitri (Minggu) masih terlihat sepi, sementara di Bandara Internasional Pattimura tercatat ada peningkatan.
Di pelabuhan penyeberangan kapal feri Hunimua (Liang), Maluku Tengah menuju Pelabuhan Waipirit, Kabupaten Seram Bagian Barat, misalnya, belum ada kenaikan jumlah penumpang.
"Sampai hari ini masih normal. Kalaupun nanti terjadi lonjakan penumpang dan barang, kami tetap memberikan pelayanan maksimal dengan menambah jumlah Kapal Motor Penyeberangan," kata petugas PT. ASDP Pelabuhan Hunimua, J. Rugebergt kepada ANTARA.
Ia mengungkapkan, jumlah penumpang yang datang dari Pelabuhan Waipirit menuju Hunimua, terlihat masih sedikit dibanding mereka yang hendak ke arah sebaliknya.
Dicontohkan, penumpang KMP Inelika yang merapat di pelabuhan Hunimua pukul 13:00 WIT tidak mencapai 300 orang, kendaraan roda dua antara 60-70 unit, truk tujuh unit, mobil pribadi maupun dinas 10 unit.
Sedangkan penumpang yang naik dari Hunimua mencapai 400 orang, sepeda motor 80-an unit, truk tujuh unit, mobil pribadi maupun dinas 15 unit, dan tiga bus angkutan trans Ambon-Bula (SBT) dan Ambon-Taniwel (SBB).
"Kapasitas KMP Inelika dapat mengangkut 450 penumpang serta puluhan unit kenderaan bermotor. Mulai Selasa depan (7/9), Pemprov akan mengoperasikan KMP. Tanjung Kuako yang ukurannya sama dengan KMP Inelika," katanya.
Dengan tambahan kapal motor itu, lanjutnya, jalur penyeberangan Hunimua-Waipirit selama bulan Ramadhan akan dilayani empat kapal feri, termasuk KPM Terubuk dan KMP Masnait.
Ikram Patty (43), salah satu pengguna jasa penyeberangan kapal feri mengaku kembali ke Waisarissa karena statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil di Pemkab SBB.
"Lancarnya arus transportasi membuat saya bersama keluarga sering pulang menjenguk orang tua di Ambon selama bulan Ramadhan untuk berbuka puasa bersama, dan Lebaran nanti kami akan kembali ke sini," katanya.
Tidak berbeda dari situasi di pelabuhan Hunimua, arus penumpang di pelabuhan Slamet Riyadi di belakang Kota Ambon, pun masih normal.
Pantauan ANTARA, hanya dua kapal yang berangkat dari pelabuhan antarpulau itu dengan tujuan Namlea, ibu kota Kabupaten Pulau Buru, yakni kapal cepat KM. Bahari 2B yang berangkat pada siang hari dan KM. Elizabeth II berangkat pukul 21.00 WIT.
"Jumlah penumpang yang berangkat dari pelabuhan ini masih normal dan belum terjadi peningkatan," kata Kepala Syahbandar Slamet Riyadi, Is Soelaiman kepada ANTARA, Minggu malam.
Dia mengatakan, sejak pagi hanya 50 penumpang yang berangkat dengan KM. Bahari 2B atau hanya 25 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia di kapal cepat itu yang mencapai 200-an orang.
Sedangkan KM. Elizabeth II yang berangkat pukul 21.00 WIT dan akan tiba di Namlea, Senin dini hari pukul 03.00 WIT, hanya mengangkut 150 orang.
"Penumpang yang berangkat dengan KM. Elizabeth hanya 50 persen dari kapasitas angkutnya yang mencapai 350 orang," katanya.
Selain penumpang, kapal tersebut juga terlihat mengangkut belasan sepeda motor dan diletakkan di bagian depan kapal itu.
Soelaiman mengakui, arus mudik melalui Pelabuhan Slamet Riyadi akan mencapai puncaknya pada H-3 dan H-2 Idul Fitri, itu pun diperkirakan tidak terlalu signifikan dan umumnya hanya mahasiswa, pelajar serta pegawai yang baru libur Idul Fitri.
"Jumlah penumpang yang akan berangkat melalui pelabuhan Slamet Riyadi kemungkinan tidak terlalu besar, karena kebanyakan warga sudah mudik ke kampung halaman di Pulau Buru serta sebagai daerah di Pulau Seram saat awal dan pertengahan Ramadhan karena waktunya bersamaan dengan musim panen cengkeh," katanya.
Dia memperkirakan arus balik penumpang akan mengalami peningkatan karena bersamaan warga dari daerah datang ke Ambon untuk menjual hasil panen cengkehnya.
Sedangkan arus mudik penumpang menuju desa-desa di Kecamatan Geser dan Bula Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Soelaiman mengatakan, sudah diberangkatkan menggunakan KM. Harapan Mujur tiga hari lalu dan merupakan pelayaran terakhir.
"Selebihnya penumpang yang akan berangkat menuju Kabupaten SBT diarahkan menggunakan KM. Pangrango milik PT. Pelni dari Pelabuhan Yos Sudarso, sedangkan dari pelabuhan Slamet Riyadi sudah ditutup karena tidak ada kapal yang berlayar lagi," ujarnya.
Ia juga menyatakan, pada Senin (6/9) sedikitnya tiga kapal perintis akan diberangkatkan dengan tujuan Pulau Ambalau, Kabupaten Buru, Pulau Manipa dan Ilat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) serta Namrole, Kabupaten Buru Selatan.
Menyangkut harga tiket, Soelaiman menyatakan tidak ada kenaikkan.
"Harga tiket tidak mengalami kenaikkan. Jika ada permainan harga segera dilaporkan dan kami akan menindak tegas nakhoda maupun Anak Buah Kapal (ABK) yang sengaja memanfaatkan situasi dan kondisi untuk mencari keuntungan," tandasnya.
Di pelabuhan Tulehu, Maluku Tengah, arus mudik juga belum terlihat. Suasana pelabuhan penyeberangan dengan trayek Tulehu ke Amahai, Kailolo, Kulur, Wailei dan Nalahia itu terlihat sepi,.
Pantauan ANTARA, sejak pagi hingga malam hanya ada sekitar 40-an penumpang yang berangkat menggunakan KM Bahari Ekspres 01 menuju Pelabuhan Amahai pada pukul 11.00 WIT, dan 30-an penumpang yang tiba dari Amahai sekitar pukul 03.00 WIT.
Selain Bahari Ekspres 02, biasanya pelabuhan Tulehu juga dilayani KM Anugerah, KM Torpedo, KM Cantika Inova, KM Bahari Ekspres 01, dua kapal feri milik Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP), yakni KMP Samandar dan KMP Layur.
"Mulai Senin depan (6/9) kami akan menambah jadwal pelayaran , yang semula hanya Senin, Kamis dan Sabtu menjadi Senin hingga Kamis," kata petugas ASDP Pelabuhan Tulehu, Ridwan Marasabessy.
Menurut dia, kendati Idul Fitri tinggal beberapa hari lagi, belum ada peningkatan arus penumpang.
"Saat ini penumpang yang berangkat maupun yang datang belum mengalami peningkatan, bahkan bisa dibilang sedikit. Biasanya lonjakan akan terjadi saat H-3 dan H-2 jelang Idul Fitri," katanya.
Berbeda dari suasana di Pelabuhan Tulehu, pelabuhan speedboat di Dusun Mamoking, Desa Tulehu terlihat ramai sejak pukul 09.00 WIT. Pelabuhan ini melayani trayek Tulehu menuju Desa Kailolo dan Desa Pelaw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.
Sekitar 20-an speedboat bertarif Rp15.000-Rp20.000 terlihat banyak yang parkir di pelabuhan pada pukul 08.00 WIT hingga pukul 18.00 WIT.
Pengemudi speedboat Ripi Ekspres, Asjar Angkotasan (29) yang ditemui ANTARA mengatakan, sejak dua hari lalu mereka kebanjiran penumpang.
"Biasanya dalam sehari kami membawa tiga atau empat penumpang, tapi sekarang rata-rata 10 orang," katanya.
"Penumpang pesawat meningkat"
Sementara itu, jumlah penumpang yang tiba dengan berbagai penerbangan di Bandara Internasional Pattimura Ambon meningkat 31,87 persen bila dibandingkan pada H - 5 tahun lalu.
"Jumlah kedatangan penumpang pada H-5 tahun 2009 hanya 797 orang, sedangkan pada tahun ini menjadi 1.051 orang atau meningkat 31,87 persen," kata staf pelayanan PT. Angkasa Pura (AP) I, Cabang Bandara Pattimura Ambon, Randy Michael Hirewake.
Menurut dia, sejak pukul 06.41 WIT hingga 18.26 WIT dengan ada 13 penerbangan terjadwal yang mendarat di Bandara Pattimura.
"Penerbangan pertama adalah Garuda dari Jakarta dan tiba pukul 06.41 WIT sedangkan yang paling akhir yakni Trigana Air dari Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) pada pukul 18.26 WIT," katanya.
Penumpang terbanyak, kata Hirewake, tiba dengan dua pesawat Lion Air dari Jakarta-Ambon dan Makassar-Ambon, jumlahnya 396 orang.
"Lion Air mengangkut penumpang terbanyak hari ini, yakni penerbangan dari Jakarta-Ambon yang tiba di Bandara Pattimura pukul 06.57 WIT dan dari Makassar-Ambon tiba pukul 14.50 WIT dengan total penumpang 396 orang," katanya.
Selain dari Jakarta dan Makkasar, katanya, ada pula penerbangan dari sejumlah kota yakni Surabaya, Langgur (Maluku Tenggara), Nabire (Papua) serta Kisar (Maluku Barat Daya) dan Saumlaki (MTB) dengan menggunakan pesawat Batavia Air, Garuda Airlines, Wings Air dan Sriwijaya Air.
Menurut Hirewake, peningkatan penumpang juga terjadi untuk keberangkatan dari Bandara Pattimura, yakni 8,42 persen lebih banyak dibandingkan pada tahun lalu.
"Penumpang yang berangkat pada H - 5 tahun ini mencapai 966 orang, sedangkan tahun sebelumnya 891 orang," ujarnya.
Keberangkatan melalui Bandara Pattimura tercatat mulai pukul 07.59 WIT hingga 16.59 WIT, jumlah penerbangan 12 dengan tujuan berbagai kota di Indonesia, termasuk Papua, Papua Barat dan di wilayah Maluku sendiri (kabupaten/kota).
Penumpang terbanyak berangkat menggunakan maskapai penerbangan Lion Air yang mengoperasikan dua pesawatnya pada pagi dan sore dengan tujuan Makassar yakni 365 orang.
Sedangkan penerbangan lainnya yakni Batavia Air, Sriwijaya Air, Garuda Airlines, Wings Air dan Trigana Air juga mengangkut penumpang dengan tujuan Makkasar, Jakarta, Surabaya, Langgur, Kisar, Saumlaki dan Manokowari (Papua Barat).
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.