"Pala sebagai komoditas unggulan menjadi sektor produksi yang harus didorong untuk dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional," katanya di Ternate, Senin.
Dia mengatakan nasib para petani pala di Malut tidak lepas dari perhatian pemerintah provinsi sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah.
Gubernur berharap melalui berbagai forum koordinasi dapat mendorong pengembangan komoditas pala menjadi perioritas pada pertumbuhan ekonomi dan penghasilan petani di Malut.
"Apa yang menjadi tugas kami sebagai pemerintah daerah ialah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berdampak pada kemajuan daerah dengan cara peningkatan produksi komoditas pala," katanya.
Dia menyampaikan keinginannya kepada kementerian pertanian agar senantiasa mendorong peningkatan produksi pala yang sejauh ini masih menggunakan teknik tradisional.
Oleh karena itu, pemerintah daerah baik kota maupun kabupaten di Malut untuk lebih konsentrasi dari sekarang karena banyak sekali orang-orang dari luar negeri sudah ingin bekerjasama untuk mengambil rempah-rempah di wilayah timur.
"Kalau belajar dari sejarah ternyata jalur rempah itu pusatnya di Maluku dan Maluku Utara dan orang Portugis, Orang Eropa, Asia datang berlombah-berlombah untuk membeli rempah-rempah yang yang pada saat itu ketika masih di bawah penjajahan Belanda," katanya.
Dia mengatakan rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Provinsi Malut bersama Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian guna menyatukan persepsi bahwa komoditas pala mampu mendorong perekonomian Malut.
Pewarta: Abdul FatahEditor : John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.