Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Ambon menerapkan program satu orang satu pohon untuk mengantisipasi meluasnya lahan kritis di ibu kota provinsi Maluku itu. "Program ini akan dilaksanakan di beberapa wilayah di Ambon diantaranya di Air Besar, Kecamatan Sirimau dan Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe," kata Kadis Pertanian dan Kehutanan Kota Ambon, John Tupan, di Ambon, Senin. Dia mengakui, dua kawasan ini tergolong kritis karena selain volume air yang terus menurun, kawasan hutan yang ada di dua wilayah itu telah beralih fungsi menjadi kawasan pemukiman penduduk. Menurut dia program satu orang satu pohon serta perempuan menanam, terus digalakkan guna mengantisipasi semakin meluasnya lahan kritis di Kota Ambon. Tupan mengakui, pihaknya memperoleh 65 ribu anakan yang terdiri dari berbagai jenis tanaman produktif untuk ditanam di dua kawasan tersebut. "Ribuan tanaman ini telah didistribusikan untuk ditanam di kawasan Gunung  Nona," katanya. Saat ini lahan kritis yang ada di kota Ambon seluas 11.865 hektar, tetapi yang ditangani untuk direhabilitasi Dishut Ambon hanya seluas 450 hektare. Tupan menambahkan, selain Gunung Nona dan Air Besar, program tersebut juga akan dilakukan di kawasan lain di Ambon yakni di daerah Seri, Kecamatan Nusaniwe, Batu Merah dan Galunggung, Kecamatan Sirimau. "Kami terus menggalakkan program rehabilitasi lahan kritis dengan rata-rata 80 persen tanaman yang ditanam hidup, dan diharapkan dalam beberapa tahun mendatang lahan kritis ini akan berubah menjadi kawasan sumber air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Ambon,"  ujar Jhon Tupan.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026