Polres Kepulauan Sula, Maluku Utara, pertemukan pihak yang bertikai di Kecamatan Taliabu, menyusul adanya pertikaian antarpendukung saat pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih kabupaten setempat. Kapolres Kepulauan Sula AKBP Indra Jaya Barata ketika dihubungi dari Ternate, Jumat, mengatakan, pihaknya telah menangani secara serius kasus perusakan rumah warga di Kecamatan Taliabu untuk mencegah kemungkinan kasus ini berkembang menjadi konflik yang lebih luas. "Kami telah menangani kasus tersebut, dan telah berupaya mendamaikan pihak-pihak yang bertikai di kecamatan isetempat, karena langkah antisipastif dilakukan guna mencegah kemungkinan terjadi kembali konflik yang semakin meluas," katanya. Pertikaian antarpendukung di Kecamatan Taliabu tersebut terjadi pekan lalu, saat Gubernur Maluku Utara (Malut) Thaib Armaiyn melantik bupati dan wakil bupati terpilih Ahmad Hidayat Mus dan Safi Pauwah. Pelantikan itu menyebabkan terjadi gesekan antarpendukung di kecamatan tersebut, sehingga sejumlah warga harus dibawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) setempat karena cedera. Polres meminta kepada seluruh warga di Taliabu termasuk warga lainnya di Kepsul untuk tidak mudah terprovokasi melakukan hal-hal yang melanggar hukum, khususnya yang terkait dengan hasil pemilukada tersebut. Ia mengatakan pemilukada di Kepsul telah selesai, jadi seluruh warga di Kepsul pada pemilukada lalu berbeda pilihan harus bersatu kembali untuk membangun daerah itu. Pertikaian tersebut mendapat reaksi dari sejumlah anggota DPRD Malut yang menyesalkan terjadinya kasus pengrusakan rumah warga di Kecamatan Taliabu, Kepsul terkait pemilu kada. ?Berbeda pilihan pada pemilukada adalah wajar, jadi jangan perbedaan pilihan itu disikapi dengan tindakan anarkis (pengrusakan rumah warga) seperti yang terjadi di Taliabu tersebut,? kata anggota DPRD Malut Rusmin Latara. Pengrusakan sejumlah rumah warga di Taliabu pada pecan lalu diduga dilakukan oleh pendukung calon bupati Kepsul terpilih, karena warga tersebut memprotes pelantikan calon bupati terpilih itu. Rusmin mengatakan, pemilukada Kepsul sudah selesai dan calon terpilih yakni Ahmad Hidayat Mus telah dilantik, jadi semua perbedaan pilihan atau adanya protes dari warga terkait hasil pemilukada itu harus disikapi secara bijak. Dalam tindakan kekerasan itu, kata Rusmin, sekitar 20 KK di desa Mananga dan desa Tabuno angkat kaki dari Kepsul karena mereka anggap tak nyaman lagi, menyusul adanya ancaman yang acapkali mereka terima. Begitu pula sekitar 17 anak sekolah di Taliabu terpaksa diusir karena tak memilih AHM di pemilu kada lalu.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026