Ternate (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) mencatat, pada April 2019, kota Ternate mengalami inflasi sebesar 0,34 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 139,46. 

Kepala BPS Malut, Misfaruddin di Ternate, Kamis, mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, baik di pasar tradisional maupun modern di Ternate, pada April 2019 mengalami inflasi sebesar 0,34 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 138,99 pada Maret 2019 menjadi 139,46 pada April 2019.

Sedangkan, pada April 2019, tingkat inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 0,83 persen dan tingkat inflasi Year on Year (April 2019 terhadap April 2018) sebesar 2,66 persen dan inflasi tertinggi terjadi di Kota Medan sebesar 1,30 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 1,27 persen.

Menurut Misfaruddin, untuk inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 0,83 persen dan inflasi year on year Kota Ternate sebesar 2,66 persen dan jika diurutkan Kota Ternate berada di urutan ke 54 dari kota yang mengalami inflasi

Dimana, pada April 2019, Kota Ternate mengalami inflasi pada tiga kelompok pengeluaran dan deflasi pada empat kelompok pengeluaran dan kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 2,08 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,19 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,05 persen, Kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,01 persen.

Bahkan, untuk kelompok sandang sebesar 0,04 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,68 persen.

Misfaruddin menambahkan, untuk Kota Ternate mengalami inflasi pada tiga kelompok pengeluaran dan deflasi pada empat kelompok pengeluaran. Kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 2,08 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,19 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,05 persen, kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,01 persen, kelompok sandang sebesar 0,04 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan sebesar 0,68 persen.

"Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dan dominan mempengaruhi inflasi pada April 2019 antara lain: bawang putih, bawang merah, beberapa jenis ikan segar (malalugis/sohiri, cakalang/sisik, selar/tude, dan tongkol/ambu-ambu), dan cakalang asap," ujarnya.

 

Pewarta: Abdul Fatah
Editor : Lexy Sariwating

COPYRIGHT © ANTARA 2026