Ketua Umum PSSI Nurdin Halid akan melantik Pengurus provinsi (Pengprov) PSSI Maluku periode 2009 - 2010 di Ambon pada akhir Juni mendatang.
Korwil PSSI Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, Aartje Lopies, ketika dikonfirmasi ke Jakarta, Senin, membenarkan Nurdin Halid telah menyetujui untuk melantik PSSI Maluku yang diketuai Dirck Soplanit.
"Ketua Umum telah menyetujui agar PSSI Maluku sesegera mungkin dilantik, menyusul Musdalub dalam rangka menyeragamkan pedoman dasar cabang olahraga tersebut secara nasional di Ambon pada Februari 2010," ujarnya.
Lopies mengakui Nurdin Halid berkeinginan mengunjungi Ambon dengan tujuan memotivasi pemerintah, KONI, Pengprov PSSI dan pencinta sepakbola agar mengaktifkan klub-klub sehingga Persatuan Sepakbola Ambon (PSA) bisa kembali eksis di tingkat nasional.
"PSA yang merupakan kebanggaan masyarakat Maluku itu harus diaktifkan kembali setelah pengurus maupun kegiatan pembinaannya mandek sejak 1980-an. Jadi Ketua Umum akan memanfaatkan pelantikkan Pengprov PSSI Maluku untuk mendorong PSA bangkit kembali," katanya.
Lopies mengatakan, alasan keterbatasan dana sehingga pembinaan sepakbola di Maluku kurang berkembang itu hendaknya menjadi perhatian serius Pemprov dan KONI Maluku, termasuk pemerintah kabupaten maupun pemerintah kota di provinsi ini.
"Sepakbola sudah menjadi cabang olahraga rakyat di Maluku sehingga potensi maupun bakat generasi muda menekuninya relatif tinggi. Jadi pemerintah dan KONI harus menyikapinya karena kenyataan pemain asal daerah ini (umur 15 tahun) ternyata ada yang terpilih mewakili Indonesia menjalani pertandingan maupun pelatihan di sejumlah negara," ujarnya.
Bahkan, menurut Lopies, di setiap klub yang berlaga di liga nasional maupun perserikatan pasti ada pemain asal Maluku.
"Jadi Pengprov PSSI Maluku perlu sinergis dengan KONI Maluku yang jabatan ketua umumnya dipegang Gubernur Karel Albert Ralahalu. untuk mengaktifkan pembinaan di klub-klub sepakbola daerah ini sehingga yang pada gilirannya dapat membangkitkan PSA dari "tidur panjangnya" dan meraih prestasi di masa datang," katanya.
Lopies optimistis PSA bila diaktifkan kembali dan pengurusnya menerapkan manajemen profesional dalam pengembangan pembinaan, maka kiprahnya di persepakbolaan nasional akan kembali diperhitungkan.
"Maluku memiliki potensi pemain dengan talenta prestasi terbaik seperti almarhum Ronny Pattinasaranny. Hanya tinggal pengelolaan kepengurusan maupun pembinaan sesuai program yang matang didukung ketersediaan dana dari pemerintah, swasta maupun pencinta sepakbola di daerah ini, maka PSA kembali berjaya di berbagai event nasional," ujarnya.
"Bina yunior"
Sementara itu, anggota komisi D DPRD Maluku, Taher Hanubun berharap KONI Maluku mengembangkan prestasi olahraga cabang sepak bola dengan memperhatikan para pemain usia 16 tahun.
"PSSI Maluku sebaiknya menciptakan sebuah program pembinaan jangka menengah dan panjang untuk melihat potensi atlet sepak bola yang masih usia dini," kata anggota Komisi D DPRD Maluku, Hanubun.
Ia mengatakan, selaku Ketua KONI Maluku, Gubernur diharapkan tidak hanya memperhatikan rencana menghidupkan kembali Persatuan Sepak Bola Ambon (PSA) untuk bangkit dari tidur panjang mereka.
Menurut Hanubun, cukup banyak klub sepak bola yang tersebar di Kabupaten dan Kota, tapi frekswensi pertandingan dan uji coba berlaga ke luar daerah sangat minim, dan ini butuh program pembinaan yang berkesibambungan. Tanpa memperbaiki program pembinaan atlet dan adanya kepedulian terhadap para pemain berbakat, sepak bola di Maluku tentu sulit berkembang.
"Mereka yang tergiur tawaran dari daerah lain yang dilengkapi fasilitas memadai langsung akan meninggalkan daerah ini," katanya.
Kalau ini yang terjadi, katanya, perkembangan cabang sepak bola di Maluku akan tetap seperti selama ini, tidak bergaung dan tertinggal dari daerah lain.
"Bagaimana kita bisa aktif mengikuti kompetisi Liga Indonesia atau liga-liga yang diselenggarakan pihak swasta di tanah air?," katanya.
Dikatakan, pembinaan sebuah cabang olahraga memerlukan biaya besar dan kepedulian Pemerintah Daerah, masyarakat dan dukungan pengusaha adalah hal yang mutlak.
"Ke depan, PSSI Maluku harus menyusun program yang lebih baik, didukung Pemda dan pengusaha. Minimal ada Bapak Angkatlah untuk memajukan persepakbolaan daerah ini," katanya.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.