Stok Bahan Bakar Minyak di Kota Ambon yang tersedia di depot Pertamina Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 hari ke depan. "Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok cukup hingga pekan ke empat Oktober," kata Sales Area Manager Pertamina Ambon, Putut Adriatno, kepada ANTARA di Ambon, Rabu. Ia mengungkapkan, saat ini stok bensin di Depot Wayame ada 1.550 ton, sedangkan kebutuhan masyarakat per hari sebanyak 155 ton. Minyak tanah ada 1.340 ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat 134 ton per hari, dan stok sebanyak 4.150 ton untuk kebutuhan masyarakat 415 ton sehari. "Pokoknya masalah BBM di Ambon maupun di Maluku untuk kebutuhan masyarakat maupun industri tersedia, apalagi di Ambon terdapat terminal transit dan suplainya rutin sesuai jadwal kedatangan kapal tanker tiap minggu," katanya. Putut Adriatno mengungkapkan, stok di beberapa depot yang selama ini disuplai dari terminal transit Wayame ada tujuh, yakni di Kota Tual (Maluku Tenggara), Masohi (Maluku Tegah), Dobo (Kabupaten Kepulauan Aru), Namlea (Buru), Saumlaki, (Maluku Tenggara Barat), dan Bula (Seram Bagian Timur). Menurut dia, persediaan BBM di tujuh depot tersebut bervariasi, tapi jatah suplai BBM tetap sama untuk 10 hari ke depan. Depot di Kota Tual, misalnya, stok yang ada per tanggal 12 Oktober untuk BBM jenis bensin mencapai 220 ton dengan pemakaian per hari sebanyak 22 ton, minyak tanah 230 ton dengan pemakaian per hari 23 ton, dan solar 800 ton dengan pemakaian per hari sebanyak 80 ton. Putut Adriatno menambahkan, kegiatan suplai ke depot - depot selama ini juga tidak terlalu bermasalah, kecuali saat musim ombak besar yang mengganggu pelayaran kapal tanker. "Satu hal lagi, soal persediaan BBM di Kota Ambon terutama minyak tanah yang banyak dibutuhkan masyarakat kita tetap tingkatkan, terutama saat permintaan meningkat," ujarnya.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026