Sembilan warga Maluku mengikuti program perusahaan penerbangan Garuda Indonesia "perjalanan keluarga" (family trip) ke Belanda pada 17 - 20 Oktober 2010, kata Kepala Pemasaran Garuda Indonesia Cabang Ambon, Nazrudin. "Saat dalam tahapan tiket, menyusul visa dan dijadwalkan sembilan warga tersebut ke Belanda melalui Jakarta pada besok sore (Minggu)," katanya ketika dikonfirmasi ANTARA, di Ambon, Sabtu. Pihak Garuda Indonesia, menyediakan lima tiket gratis kepada perwakilan warga yang akan menikmati rute penerbangan ke Amsterdam itu terdiri atas perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, perusahaan dan mitra usaha Garuda serta pihak media. "Sayangnya Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Maluku, Florence Sahusilawane tidak bisa  karena sedang  ikut pendidikan," ujarnya. Nazrudin mengatakan, perusahaan penerbangan Garuda Indonesia menyelenggarakan program "family trip" dengan tujuan mempromosikan pesona wisata Maluku dengan menjadikan Belanda "pintu gerbang" menjaring wisatawan Eropa Barat. "Kami memprogramkan melalui program ini penerbangan Amsterdam - Jakarta yang diaktifkan kembali pada Juni 2010 itu memberikan kontirubusi bagi pengembangan wisata Indonesia, termasuk Maluku. Garuda juga mengaktifkan penerbangan Jakarta - Ambon dengan transit di Makassar pada 3 Juni 2010," katanya. Nazrudin mengharapkan dengan program tersebut sembilan warga Maluku yang mengikuti perjalanan wisata bisa mempromosikan potensi wisata Maluku dan meyakinkan sanak keluarga, warga Belanda asal Maluku maupun Eropa Barat bahwa daerah ini benar - benar telah aman. "Jadi Garuda Indonesia pun felksibel soal jadwal kembali ke Indonesia dengan tenggat waktu toleransi hingga 8 November 2010 sehingga bisa dimanfaatkan untuk menyosialisasikan Maluku seoptimal mungkin," ujarnya. Perwakilan media massa, Lucky Sopacua berjanji akan menyosialisasikan kondisi sesungguhnya Maluku saat mengikuti program "family trip" di Belanda. "Saya terus terang memiliki banyak sanak keluarga maupun rekan sesama media di Belanda sehingga memanfaatkan program Garuda Indonesia untuk menceritakan kondisi Maluku sesungguhnya paska konflik sosial pada 1999," katanya. Kepala Subseksi Pengembangan Usaha TVRI Stasiun Maluku tersebut mengakui, dia sesungguhnya telah memanfaatkan fasilitas internet untuk menceritakan kondisi daerah ini ke Belanda maupun negara -negara lainnya. "Rasanya kehadiran di Belanda lebih optimal untuk meyakinkan mereka yang kenyataannya denga diaktifkan kembali penerbangan Garuda Indonesia pada Juni 2010 terlihat arus kunjungan dari negeri kincir angin ke Maluku lebih meningkat," ujarnya. Sedangkan  pimpinan Tour and Travel Daya Patal Ambon  , Tonny Tomasoa, mengatakan, keberangkatannya ke Belanda dimanfaatkan menjajaki kerja sama dengan rekan sebisnis di bidang pariwisata untuk menjaring wisatawan mancanegara asal Eropa berkunjung ke Maluku. "Saya memanfaatkan program Garuda Indonesia menyelenggarakan "family trip" ke Amsterdam dijadwalkan pada 17 Oktober 2010 yang diundang dalam kapasitas Ketua Asosiasi Agen Perjalanan Wisata (Asita) Maluku untuk membicarakan kemungkinan kerja sama tersebut," katanya. Tonny menegaskan penjajakan kerja sama dengan biro - biro perjalanan wisata di Belanda itu selain telah menjalin kemitraan dengan perusahaan penerbangan PT Garuda Indonesia. "Saya cenderung menjalin kerja sama dengan biro  perjalanan yang mengurusi perjalanan wisata orang per orang dan syukurlah tawaran tersebut telah mendapat tanggapan positif dari para rekan seprofesi di Amsterdam," ujarnya. Tonny mengemukakan, terobosan yang ditempuhnya ini mempertimbangkan paska "Sail Banda" pada 24 Juli - 17 Agustus 2010 itu karena harus ada upaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisman ke Maluku melalui penawaran daerah wisata yang memiliki keunggulan komparatif didukung sarana maupun prasarana baik. "Jadi daerah yang disiapkan untuk nantinya ditawarkan ke Belanda sebagai "pintu gerbang" menjaring wisman Eropa adalah Banda dan Sawai (Maluku Tengah), Tual (Maluku Tenggara) dan Ambon," katanya.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026