Stok beras di Perum Bulog Divisi Regional Maluku saat ini mencapai 7.508 ton yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat daerah ini hingga perayaan Natal Desember 2010. "Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok kebutuhan bahan pokok terjamin," kata Kepala Perum Bulog Divre Maluku Nono Sudiyono di Ambon, Sabtu. Ia optimistis kebutuhan beras masyarakat tetap akan terjamin karena persediaan 7.508 ton beras yang tersebar pada tiga gudang Bulog di Maluku dapat memenuhi kebutuhan. Stok beras ini terdapat di gudang Bulog Kota Ambon 5.175 ton, Kota Tual 1.391 ton dan di Namlea di Kabupaten Buru sebanyak 942 ton. "Kami juga sudah membeli beras sebanyak 5.000 ton dari Parepare, Sulawesi Selatan, dan diperkirakan akan tiba di Ambon akhir Oktober 2010. Beras itu nantinya disalurkan ke gudang di Ambon untuk menambah stok yang ada," katanya. Perum Bulog Divre Maluku untuk sementara waktu belum melakukan operasi pasar (OP) karena persediaan beras masih mencukupi, tetapi diperkirakan pertengahan November nanti akan dilakukan OP. Kegiatan OP ini, menurut Nono, sebenarnya sangat menguntungkan masyarakat karena harga jualnya jauh di bawah harga beras medium di tingkat grosir sebesar Rp8.000/kg. "Beras Bulog yang dijual lewat OP dijual Rp5.500/kg, namun kenyataannya warga lebih senang membeli beras medium meski kualitas kedua jenis beras itu sama," katanya.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026