Ambon (ANTARA) - Gubernur Maluku, Murad Ismail mengingatkan para wartawan di daerah ini agar memberitakan COVID-19 yang benar sehingga tidak meresahkan masyarakat.

"Tolong sebelum menyajikan berita hendaknya melakukan konfirmasi ke pihak berkompeten agar tidak meresahkan masyarakat, karena pemerintah dari pusat hingga daerah saat ini sangat konsentrasi untuk memerangi COVID-19," katanya, di Ambon, Kamis.

Karena itu, kata gubernur, 1,8 juta jiwa penduduk Maluku yang saat ini ikhtiar terhadap wabah COVID -19 jangan lagi dipusingkan dengan berita - berita tidak benar maupun tidak bisa dipertanggung jawabkan.

"Jadi saya mohon kepada para wartawan agar berperanserta mendukung pemerintah mencegah dan menangani COVID -19 dengan berita - berita yang memotivasi masyarakat hidup sehat, agar virus Corona tidak bertambah jumlah penderitanya di Maluku," ujar Gubernur.

Dia menegaskan, sejak awal COVID-19 dinyatakan positif pada kasus pasien 01 asal Bekasi, Jawa Barat, dan penelusuran jejak terhadap 173 orang dekatnya, maka Pemprov Maluku dengan dukungan TNI/Polri, pimpinan agama, tokoh masyarakat dan berbagai komponen bangsa lainnya mengambil langkah - langkah penanganan dan pencegahan penularan penyakit tersebut.

"Saya saja yang dilarang agar tidak masuk kantor, tetapi berusaha masuk sehingga bisa berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencegah dan menangani dampak COVID-19, dimana kebijakan saat ini adalah pembatasan penumpang kapal laut masuk Ambon pada 17 April - 1 Mei 2020," kata Gubernur.

Begitu juga berkoordinasi dengan maskapai penerbangan agar membatasi jumlah penerbangan maupun penumpang. Setiap penumpang pesawat yang tiba di Ambon pun langsung dikarantina di fasilitas yang telah disiapkan Pemprov Maluku maupun Pemkab/Pemkot.

"Kami tidak membatasi kapal mengangkut bahan pokok masyarakat sehingga berkoordinasi dengan Kapolda Maluku, Irjen Pol. Baharudin Djafar agar aktivitas bongkar muat di pelabuhan Yos Sudarso Ambon jangan dipersulit," tandasnya.

Gubernur mengatakan, langkah kebijakan yang ditempuh sejak penderita kasus 01 yang menjalani isolasi dan perawatan di RSUD dr.M. Haulussy Ambon sejak 15 Maret 2020 sehingga sembuh dan telah dipulangkan ke Bekasi, ternyata efektif. Saat ini terkonfirmasi positif 14 orang dan tidak ada yang meninggal dunia.

Karena itu, masyarakat hendaknya mengikuti imbauan dan kebijakan yang diputuskan Pemprov Maluku dengan dukungan DPRD, Kapolda dan Pangdam XVI/Pattimura sehingga bisa mencegah maupun menangani COVID-19 tidak melonjak.

"Kami berkoordinasi dengan Bupati/Wali Kota se- Maluku sehingga berbagai fasilitas, tenaga medis hingga alat pelindung diri (APD), termasuk menyiapkan SMA untuk karantina bisa disediakan, agar penanggulangan wabah virus Corona ini bisa tertangani dengan baik," kata Gubernur.

Pewarta: Alex Sariwating
Editor : John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026