Pemerintah Provinsi Maluku memprogramkan swasembada daging pada 2014 dalam rangka mendukung kebutuhan daging nasional, kata Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Tanaman (Disperta) setempat, Jasmin Badjak.
"Terobosan tersebut menindaklanjuti surat edaran Kementerian Pertanian sebagaimana dicanangkan Menteri Suswono beberapa waktu lalu," katanya di Ambon, Kamis.
Menurut Jasmin, daerah yang sudah disiapkan Disperta Maluku untuk mewujudkan program tersebut adalah Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Timur (SBT), Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tengah dan Maluku Barat Daya (MBD).
Kawasan Pulau Buru dan Pulau Seram akan dikembangkan ternak sapi dan di Kabupaten MBD kerbau karena ketiga daerah memiliki karakteristik yang ideal untuk pengembangan ternak besar.
Sedangkan Kabupaten dan Kota lain di Provinsi Maluku ditetapkan sebagai darah penyangga karena terkait dengan persediaan stok daging.
Daerah-daerah yang sudah ditunjuk selama ini merupakan sentra prosduksi daging yang dipasok ke Kota Ambon dari tahun ke tahun untuk mengisi kebutuhan saat perayaan hari-hari besar keagamaan.
Hal itu setidaknya terbukti ketika Disperta Maluku mampu menyediakan hewan kurban Idul Adha 2010 khusus untuk Kota Ambon, yakni sapi sebanyak 1.500 ekor dari Pulau Buru dan Seram, sedangkan kambing 2.000 ekor dari MBD.
"Dari kesejahtraan petani berdasarkan hasil evaluasi juga menguntungkan karena Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat, maka mendongkrak kesejahteraan petani di Maluku, kata Jasmin.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.