Pemerintah Kota Ternate, meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) dalam pembenahan objek wisata, khususnya yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman, di Ternate, Kamis mengatakan, Pemkot Ternate memiliki keterbatasan dana untuk membenahi objek wisata yang masuk wilayah cagar budaya seperti benteng peninggalan Portugis dan Belanda.
"Untuk itu, dalam pembenahan tersebut harus ada dukungan dari Pemprov Malut agar peninggalan sejarah yang ada di wilayah Kota Ternate bisa dilestarikan, bukan saja oleh Pemkot Ternate namun semua pihak diminta partisipasinya," katanya.
Ia mengatakan, kondisi benteng peninggalan Belanda dan Portugis di Ternate umumnya memerlukan pemugaran dan rehabilitasi, sementara pendanaannya harus dari pemerintah pusat atau Pemprov Malut.
Objek wisata cagar budaya tersebut, kata dia, merupakan salah satu andalan Pemkot Ternate untuk menarik minat wisatawan dalam dan luar negeri berkunjung di daerah ini.
"Legu Gam"
Wali kota mengatakan, Pemkot Ternate juga mengharapkan dukungan dari Pemprov Malut dalam pelaksanaan festival Legu Gam di Kota Ternate pada setiap bulan April.
Festival itu biasa digelar dalam rangka memeriahkan ulang tahun Sultan Ternate, dan telah masuk dalam kalender kegiatan pariwisata nasional.
Ia menambahkan, sarana dan prasarana pariwisata di Kota Ternate umumnya sudah bisa mendukung kunjungan wisatawan ke daerah ini.
Untuk sarana hotel misalnya, saat ini sudah ada hotel berbintang empat di Ternate.
Sarana transportasi dari dan ke Ternate, baik melalui laut maupun udara juga cukup lancar.
Khusus untuk transportasi udara, saat ini ada 15 penerbangan dari dan ke Ternate setiap hari, demikian Burhan Abdurahman.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.