Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Rudi Latuheru, mengatakan, menghadapi program swasembada daging tahun 2014 sekaligus dalam rangka mendukung kebutuhan daging nasional, pihaknya tengah mengembangkan produksi ternak secara besar-besaran.
"Tapi kami saat ini dihadapkan dengan masalah transportasi dan angkutan untuk pengiriman antarpulau, karena sedang musim ombak dan angin kencang," katanya kepada ANTARA di Ambon, Jumat.
Namun demikian, lanjutnya, Distan Maluku berusaha mengatasi kendala-kendala yang ada dengan mengambil bibit ternak dari beberapa kabupaten untuk memperkecil risiko ternak mati.
Latuheru menjelaskan, tahun 2008 Dinas Pertanian Maluku mendatangkan bibit ternak sapi dan kambing dari luar daerah Maluku dan ternyata tingkat kematiannya cukup tinggi.
"Jadi, ke depan kita coba memaksimalkan penggunaan bibit ternak dari daerah yang potensial dan mengembangkannya di beberapa daerah tertentu. Semua di Maluku," katanya.
Daerah yang sudah disiapkan Dinas Pertanian Provinsi Maluku untuk mewujudkan program swasembada daging adalah kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Timur (SBT), Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tengah dan Maluku Barat Daya (MBD).
Khusus di Pulau Buru dan Pulau Seram akan dikembangkan ternak sapi, sedangkan di MBD kerbau.
"Tiga kabupaten itu memiliki karakteristik yang ideal untuk pengembangan ternak besar," kata Latuheru.
Sedangkan Kabupaten dan Kota lain di Provinsi Maluku ditetapkan sebagai daerah penyangga karena terkait dengan persediaan stok daging.
Latuheru menambahkan, daerah-daerah itu selama ini merupakan sentra prosduksi daging yang di pasok ke Kota Ambon, terutama saat menjelang perayaan hari besar keagamaan.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.