Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Maluku tahun 2010 sebesar Rp183 juta terlampaui, dengan posisi Rp190-an juta pada awal Desember. "Kemungkinan PAD dari sektor kebudayaan dan pariwisata bisa mencapai Rp200 juta, dan ini akan menunjukkan menunjukkan kinerja optimal selama 2010," kata Kepala Bidang (Kabid) Objek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) Disbudpar Maluku, R. Tualeka kepada ANTARA di Ambon, Jumat. Menurut dia, pencapaian target pendapatan itu dipengaruhi banyaknya pengunjung di tiga objek wisata andalan, yakni Pantai Hunimua (Liang) di Desa Liang, Pulau Ambon, Maluku Tengah, Pantai Namalatu di Desa Latuhalat, Nusaniwe, Kota Ambon, dan kawasan Gong Perdamaian Dunia di Kota Ambon. "Peningkatan juga dipengaruhi banyaknya kegiatan kesenian dan kebudayaan yang diadakan saat Idul Adha 1431 Hijriah (17/11)," ujarnya. Tualeka menjelaskan, target PAD Disbudpar Maluku baru direvisi pada awal November 2010, yakni dari Rp160 juta menjadi Rp183 juta, karena evaluasi pemasukan sesudah kegiatan pelayaran internasional Sail Banda pada 24 Juli-17 Agustus lalu menunjukkan peningkatan drastis dalam pendapatan. "Saat direvisi PAD Disbudpar Maluku sudah Rp173 juta," katanya. Ia menambahkan, guna mencapai hasil yang sama pada 2011, pihaknya akan berusaha lebih keras meningkatkan mutu dan kenyamanan pelayanan bagi pengunjung objek wisata. "Penerapan tujuh unsur Sapta Pesona yakni aman, nyaman, bersih, tertib, indah sejuk, ramah-tamah dan kenangan akan terus terus kami galakkan di tiap objek wisata yang ada," katanya.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026