DPRD Maluku Utara akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum (PU), PT. PLN dan Sekretaris Provinsi terkait minimnya kapasitas beban puncak listrik di Sofifi yang hanya 1,3 mega watt.
"Kapasitas PLN di Sofifi mencapai dua mega watt (2 MW). Itu artinya PLN masih memiliki daya cadangan sebesar 700 KVa," kata Sekrataris Komisi III DPRD Malut Rusmin Latara di Ternate, Sabtu.
Cadangan daya seharusnya dialokasikan ke kantor-kantor pemerintah sehingga tidak lagi menggunakan genset dalam menjalankan aktivitas demi mencegah membengkaknya anggaran akibat penggunaan genset sangat boros.
Komisi III DPRD memanggil Sekprov dan pejabat terkait dalam rangka mengkonfirmasi pihak PLN yang bersedia menyambungkan sambungan listrik ke kantor-kantor pemerintah karena aktifitas pemerintah dengan menggunakan genset dinilai sangat boros dan tidak ekonomis.
"Harus ada alternatif mengurangi pemborosan anggaran salah satunya dengan meminta PLN menyaluarkan cadangan daya yang dimiliki sehingga bisa difungsikan," katanya.
Menurut Rusmin Latara, DPRD Malut juga akan memanggil pemilik PT Asmal Karya setelah alat berat perusahaan itu merusak jaringan listrik bawah tanah di Sofifi.
"Kami akan minta PT Asmal Karya untuk secepatnya mengganti jaringan listrik bawah tanah yang rusak itu," katanya.
Selain itu komisi III juga meminta Dinas PU supaya segera menyampaikan diagram gambar kebutuhan listrik di Sofifi sehingga dapat diketahui kebutuhan listrik yang dibutuhkan khususnya kantor-kantor pemerintah.
"Dinas PU dinilai lalai melaksanakan proyek pembangunan jaringan listrik di Sofifi dengan baik. Padahal proyek listrik telah dikerjakan sejak 2008 lalu, tapi tidak pernah selesai termasuk gambar bagan kebutuhan listrik untuk perkantoran," ujar dia.
Keterlambatan tersebut harus dievaluasi sehingga dapat diketahui kelemahan dan kekurangan untuk dicarikan solusi agar proyek listrik tidak terbengkalai.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.