Momentum pengakuan Unesco terhadap Ambon sebagai kota kreatif berbasis musik, merupakan kesempatan bagi musisi Ambon memgembangkan diri, kata Staf Ahli Menteri bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ari Juliano Gema.

"Mari  menjadikan momentum pengakuan Unesco bagi kota Ambon, sebagai kesempatan bagi kita semua, khususnya para musisi untuk mengembangkan diri, " katanya, di Ambon, Jumat.

Dikatakannya, tidak mudah bagi Ambon untuk menjadi kota musik dunia, dengan persiapan selama tiga tahun akhirnya Unesco menetapkan Ambon sebagai kota kreatif berbasis musik.

"Pemerintah dan masyarakat Ambon memiliki komitmen yang kuat, setelah tiga tahun melakukan persiapan pada akhirnya diterima dengan satu kali pendaftaran," ujarnya.

Perjuangan Ambon menjadi modal untuk masa depan, karena ketika mendapat pengakuan Unesco, terbuka lebar semua kesempatan bekerja sama dengan jaringan
jaringan kota-kota kreatif bukan hanya musik.

Unesco katanya, juga menyarankan kedepan kerja sama jangan hanya dengan kota sejenis, tetapi kota kreatif lainnya yang diakui Unesco.

"Baik itu dari segi design atau pertunjukan, yang pasti bukan hanya soal musik, dengan demikian saya optimis akan terbuka lebar semua potensi dan kesempatan bagi para musisi," kata Ari. 

Musisi di Ambon, mempunyai peluang untuk berperan di tingkat global, bukan hanya Ambon, Maluku dan Indonesia, tetapi mengglobal, karena telah menjadi bagian masyarakat kelas dunia.

"Ketika ada yang mengatakan apakah mungkin musik menjadi penggerak ekonomi, ya sangat mungkin sekali, karena sangat luas kesempatan dan potensi kita bukan hanya lokal,karena ketika kita menyematkan Unesco maka pola pikir kita harus internasional," katanya.

Ari menambahkan, pengakuan Unesco menjadi tantangan bagi Pemkot Ambon, akademisi, dunia usaha untuk persiapkan diri, posisi dan kapasitas.

"Kita harus siap jangan sampai ketika ada tawaran kerjasama kolaborasi dan lainnya kita gagap, tetapi bagaimana caranya mari kita siapkan diri menjadi bagian masyarakat dunia," tandasnya.

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut

Editor : Lexy Sariwating


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2021