PT Telkom Indonesia berencana melakukan investasi berupa pemasangan jaringan fiber optik agar layanan internet dan telekomunikasi bisa lebih optimal menjangkau masyarakat di Pulau Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), yang merupakan daerah terluar di Provinsi Maluku.

"Kita sudah diskusi dengan Bupati Maluku Tenggara beberapa waktu lalu dan itu direspon positif. Kemudian kita sampaikan bahwa, untuk pengambilan keputusan untuk fiber optik ini tidak ada campur tangan dari pemerintah, dan ini murni bisnis sehingga apabila secara bisnis tidak layak, maka kita kesulitan untuk masuk satu wilayah untuk fiber optik," kata General Manager PT Telkom Tbk Wilayah Telekomunikasi Maluku Haris Setyawan, di Langgur, Minggu.

Ia mengatakan Telkom intens bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) mengupayakan layanan Fiber Optik dapat menjangkau dan melayani masyarakat di Pulau Kei Besar. Ia mengatakan pihaknya sudah mengusulkan untuk Kei besar minimal masuk dulu di satu titik, hasil survei menunjukan lokasi yang cukup layak adalah di Elat, Ibu Kota Kecamatan Kei Besar.

"Ini sedang kita progres untuk kita ajukan bersama beberapa tempat lain di Maluku. Ada Banda Neira, Haruku, Taniwel dan wilayah lainnya di Maluku, karena ini juga merupakan skenario Telkom grup," katanya.

Baca juga: Telkomsel perbaiki gangguan jaringan internet di Leihitu Maluku Tengah, begini penjelasannya

Ia menjelaskan jaringan fiber optik internet yang disiapkan adalah untuk WiFi Indihome. Untuk rencana investasi fiber optik, tambah Haris, perlu dilihat daya dukung yang ada seperti jaringan listrik.

Khusus untuk Malra, lanjutnya, ada komponen dari Pemkab yang berperan sehingga di daerah ini lebih banyak dari tempat lain di Maluku untuk pembangunan Base Transceiver Station (BTS). Menurut dia, Bupati Malra termasuk banyak memberi usulan lokasi pembangunan BTS lebih banyak, sehingga dinilai cukup membantu Telkom.

"Kami memiliki cita-cita besar untuk menyatukan rangkaian antar pulau dengan berbagai macam teknologi dan pilihan walaupun tidak secepat yang di harapkan, proposal ke (Telkom-Red) pusat kita ajukan, konsolidasi dan sinergitas kita dengan Kominfo terus berjalan, sehingga kita selalu bersama-sama untuk kemajuan kita di Malra," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Malra Antonius Walken Raharusun menyatakan, untuk koordinasi dan sinergitas setiap saat kita berkomunikasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

"Komunikasi terus di lakukan baik di provinsi maupun Jakarta sehingga upaya untuk mengkoneksikan internet dan peningkatan pelayan internet di Malra secara menyeluruh bisa tercapai," tandas Raharusun.

Baca juga: Puteri Indonesia asal Maluku peringati Sumpah Pemuda bareng pelajar Malra, motivasi generasi muda

Berdasarkan informasi dari situs resmi Indihome, fiber optik adalah salah satu jenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dengan diameter 120 mikrometer, atau lebih kecil dari rambut manusia. Fungsinya sebagai media transmisi karena kabel ini bisa mentransmisikan sinyal cahaya dari lokasi satu ke lokasi lainnya dengan kecepatan yang optimal.

Transmisi bisa dilakukan dengan kecepatan tinggi karena sistem kerjanya menggunakan pembiasan cahaya. Sedangkan cahaya yang digunakan untuk proses transmisi adalah LED atau laser. Karena memiliki kecepatan yang tinggi, fiber optik banyak digunakan sebagai saluran komunikasi, sehingga pengguna bisa menjangkau orang lain dengan kecepatan yang optimal pula.

Baca juga: Sandiaga Uno bertelanjang kaki hadiri puncak Festival Meti Kei, nikmati pesona wisata

Pewarta: Siprianus Yanyaan

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2021