Hiroshi Fujioka sang pemeran Kamen Rider pertama menuturkan pahlawan bertopeng yang telah hadir selama 50 tahun di Jepang adalah pahlawan yang abadi, seperti yang pernah dia tanyakan kepada sang pembuat Kamen Rider, komikus Shotaro Ishinomori.

"Saya pernah tanya, apakah Kamen Rider akan mati? Dia bilang, 'Tidak, karena dia itu abadi.' Saya pikir, itulah komitmen yang masih berlanjut sampai sekarang," kata Hiroshi dalam bincang-bincang di Festival Film Internasional Tokyo (TIFF) 2021, dikutip dari YouTube resmi TIFF, Senin.

Aktor 75 tahun itu adalah pemeran Kamen Rider pertama bernama Takeshi Hongo yang tayang pada 1970-an.

Baca juga: Film pendek karya komunitas muda Ambon diputar di IMAJITARI 2021, begini penjelasannya

Serial tokusatsu ini masih berlanjut sampai sekarang dan pernah menghiasi layar kaca di Indonesia dengan nama tenar Ksatria Baja Hitam.

Hiroshi bicara tentang karakter Takeshi Hongo di matanya. Sebagai pria muda yang diculik dan diubah menjadi cyborg berkekuatan super, dia merasa ada kesedihan di dalam diri Takeshi karena tidak bisa kembali menjadi manusia. Oleh karena itu, dia memiliki rasa keadilan yang tinggi yang membuatnya menghadapi dan mengalahkan berbagai musuh dan kejahatan.
 
Pemeran Kamen Rider pertama, Hiroshi Fujioka, di Kadokawa Cinema Yurakucho, Tokyo dalam bincang-bincang Festival Film Internasional Tokyo (TIFF) 2021, 31 Oktober 2021. (HO/TIFF 2021)


Sebagai seorang aktor, Hiroshi merasa terus bertumbuh seiring perkembangan Takeshi Hongo. Dia berusaha menjadi versinya yang terbaik, sama seperti sifat-sifat positif yang ditunjukkan sang Kamen Rider pertama. Sebagai tokoh yang disukai anak-anak, Hiroshi merasa bertanggungjawab untuk memperlihatkan sisi terbaik sehingga bisa jadi contoh.

Ketika Kamen Rider pertama tayang, Jepang masih menjadi negara berkembang di mana orang-orang dewasa sibuk bekerja demi menormalisasi situasi negara. Banyak anak yang lebih banyak menghabiskan waktu sendirian karena orangtuanya sibuk bekerja di luar rumah.

"Saya kira, Kamen Rider berevolusi seiring berjalannya waktu," ujarnya.

Penonton pertama Kamen Rider di era 1970-an masih bisa berbincang dengan generasi-generasi di bawah mereka saat ini karena serial tokusatsu itu masih terus berlanjut. Itulah yang membuat pahlawan super ini abadi.

Baca juga: Yura Yunita isi lagu tema film "Nussa", begini penjelasannya

Dalam bincang-bincang tersebut, muncul video kejutan dari sutradara James Cameron yang mengirim pesan dari Selandia Baru, tempat syuting "Avatar". Dalam video tersebut, James berterimakasih kepada Hiroshi Fujioka atas kontribusi besar di dunia tokusatsu yang menjadi bagian penting dari sinema Negeri Sakura.

"Semoga Kamen Rider berjaya selamanya," tutup James yang berkawan dengan Hiroshi sejak sebelum "Titanic" dirilis.

Usia tak membuat Hiroshi kehilangan semangat untuk berkarya. Pria yang datang ke bincang-bincang bersama anaknya ini mengatakan masih banyak mimpi yang ingin dia wujudkan, termasuk menyampaikan semangat tentang keluarga dan semangat samurai bushido lewat visual dan film.

Baca juga: Kru film Rusia kembali ke bumi setelah syuting 12 hari di antariksa, begini penjelasannya

"Ketika kita punya anak, kita jadi contoh untuk mereka, dan anak-anak saya juga ingin melihat bagaimana saya di masa lalu. Ini adalah tanggung jawab besar untuk saya," kata Hiroshi.

Kepada semua penonton yang menggemari Kamen Rider, dia mengatakan sang pahlawan super akan selalu ada di sisi setiap orang, bagaikan sebuah harapan yang tak pernah musnah. Kamen Rider, dia meyakini, akan terus berkembang dan menyampaikan pesan tentang cinta, keberanian dan keadilan.

"Saya ingin bisa melihat bagaimana Kamen Rider berevolusi," ujar dia.

Dia berpesan kepada penonton untuk selalu mengingat semangat yang dibawa oleh Kamen Rider, yaitu semangat untuk bisa melewati semua kesulitan. Dengan usaha dan motivasi tinggi, kesulitan yang besar pun akan teratasi.

"Itulah Kamen Rider untuk kita, pahlawan yang abadi."


Baca juga: Sinopsis Film Iko Uwais "Triple Threat" yang tayang di Lionsgate Play bulan ini
 

Pewarta: Nanien Yuniar

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2021