Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP)  Maluku mendorong produk usaha mikro dan kecil (UMK) di daerahnya dijual melalui pasar modern seperti Indomaret dan Alfamart.

"Pemda lagi memikirkan bagaimana hasil produksi UMK di Maluku bisa dipasarkan kepada mereka, sehingga kehadiran pasar modern seperti ini juga turut menghidupkan para UMK," kata Kepala DPM PTSP setempat Suryadi Sabirin di Ambon, Jumat.

Hanya saja yang masih menjadi kendala adalah para UKM ini belum mendapatkan label halal dan kadaluwarsa dari lembaga yang berkompeten.

Menurut dia, kalau menyangkut masalah pengemasan produknya sudah lebih baik.

Baca juga: Mercy Barends dorong Abon Taminye Latuhalat rambah pasar digital

"Kalau pihak Indomaret dan Alfamart bersedia menampung setiap hasil produksi UMK, maka pemerintah daerah mendorong UMK meningkatkan pendapatan mereka lewat pemasaran di dua pasar modern itu," ujar Suryadi.

Kehadiran pasar modern seperti minimarket ini sudah turut membantu pemda dalam mengurangi angka pengangguran karena cukup banyak tenaga kerja yang terserap dan bisa mendapatkan penghasilan tetap setiap bulannya.

"Memang ada dampak negatifnya juga, tetapi ada juga penyerapan tenaga kerja dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Dalam Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern juga sudah mengatur kehadiran pasar modern haruslah membawa dampak positif terhadap keberadaan UMK di daerah.

Baca juga: BPD HIPMI akan luncurkan program pasar digital di Maluku, bersinergi dengan pemerintah

Pewarta: Daniel Leonard

Editor : Lexy Sariwating


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2022