Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku, memastikan pembangunan infrastruktur di Pulau Kei Besar berjalan sesuai target dan standar mutu, meski tantangan untuk membangun jalan di daerah tersebut cukup sulit.

"Progres pekerjaan ruas jalan sudah sesuai target, dimana evaluasi periodik selalu dilaporkan ke pusat (Kementerian PUPR-Red). Kita juga tetap menempatkan pengawas untuk selalu melaporkan perkembangannya," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Malra Herling Priatna kepada Antara, di Langgur, Kamis.

Priatna menjelaskan, medan yang cukup berat juga harus dilalui dalam pembangunan infrastruktur jalan di Kei Besar, sehingga penimbunan maupun beberapa gunung terpaksa harus dipangkas untuk memudahkan pengguna jalan dan mengurangi resiko kecelakaan ke depan.

Ia mengatakan Bupati Malra M Thaher Hanubun langsung memonitor progres pembangunan infrastruktur di Kei Besar pada Rabu (27/4). Pada peninjauan itu, lanjutnya, turut hadir Wakil Ketua DPRD Malra Albert Efruan, dan pihak kontraktor PT Evav Bangun Mandiri.

"Monitoring ini dilakukan sebagai upaya untuk kelancaran progres pembangunan ruas-ruas jalan hotmiks, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat serta lancarnya segala aktivitas yang baik lainnya," katanya.

Ia menjabarkan ruas-ruas ataupun segmen jalan yang ditinjau langsung oleh bupati diantaranya, ruas jalan Elat-Werka-Weduar Fer yakni segmen Tamangil-Weduar sepanjang 5,8 kilometer, dan segmen segmen Harangur-Karkarit sepanjang 4,2 kilometer.

Ruas jalan lainnya yang juga ditinjau yakni Elat-Waur hingga pertigaan Watuar sepanjang 8 kilometer, dan ruas jalan Elat-Bombay-Ad.

Selain itu, Bupati juga menyempatkan diri untuk melihat salah satu titik kerusakan pada jalan hotmiks di Ohoi Watuar yang rusak akibat abrasi. Pengerjaan titik kerusakan itu juga akan dikerjakan pada tahun ini.

Sebelumnya, Bupati Malra M Thaher Hanubun menyatakan fokus pembangunan pemerintah daerah tahun ini adalah kepada kelanjutan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. "Kini masyarakat dan ohoi (desa) hanya perlu mendukung, sehingga berbagai upaya pembangunan dapat terlaksana dengan baik, jika ada persoalan seperti lahan dan lainnya, dapat dibicarakan dengan baik-baik bersama pemda," kata Thaher.

Sejumlah pembangunan yang akan dilakukan di wilayah tersebut memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022 dan pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). 

Dalam upaya peningkatan aksesibilitas dan konektivitas wilayah, selain melalui pinjaman daerah pada PT SMI, maka pada 2022 juga telah dianggarkan melalui DAK fisik untuk rekonstruksi dan rehabilitasi jalan dengan total anggaran sebesar Rp84,67 miliar.

"Alokasinya tersebar di Kei Kecil dan Kei Besar, yakni 72 persen atau sebesar Rp61 miliar di Kei besar, dan 27 persen atau sebesar Rp22 miliar di pulau Kei Kecil," ujar Thaher.

Baca juga: Pemkab Malra fokus pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2022, perlu dukungan masyarakat
Baca juga: Bupati Malra minta semua pihak kawal pemanfaatan dana pinjaman PT SMI, terapkan transparansi yang akuntabel

Pewarta: Siprianus Yanyaan

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2022