Jembatan darurat di Ohoi (Desa) Reyamru Kecamatan Kei Besar Utara Timur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) mulai dikerjakan untuk kembali menghubungkan akses transportasi masyarakat di wilayah setempat yang sempat terganggu akibat ambruknya jembatan tersebut.

Sehubungan pengerjaan jembatan tersebut, Bupati Maluku Tenggara, M Thaher Hanubun mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi dan DPRD Maluku.

"Saya sampaikan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi dalam hal ini Gubernur Murad Isamail dan DPRD Provinsi Maluku lebih khusus Anggota DPRD yang berasal dari Daerah Pemilhan VI (Tual, Malra dan Aru)," kata Thaher di Langgur, Kamis.

Ada dua jembatan yang rusak akibat bencana beberapa waktu lalu, yaitu jembatan Wear Lakes di Ohoi Reyamru yang ambruk akibat curah hujan yang tinggi, serta konstruksi jembatan yang sudah tua, dan jembatan Waer Varawaf yang juga mengalami patahan juga akibat curah hujan yang tinggi.

Baca juga: Tim Dinas PUTR Malra & PUPR Maluku survei jembatan ambruk Reyamru, penyebab kerusakan akhirnya diketahui

Kini, sudah tertangani, jembatan darurat sementara dikerjakan, mungkin sehari dua sudah dapat digunakan, tandas Thaher.

Diberitakan sebelumnya, Langgur, Tim Dinas PUTR Malra bersama PUPR Maluku pada Sabtu (25/06/2022) telah meninjau sekaligus melakukan survei terhadap ambruknya jembatan Wear Lakes yang berlokasi di Ohoi Reyamru.

Jembatan tersebut ambruk pada Jumat (24/06/2022) adalah Jembatan Wear Lakes, dimana jembatannya dibangun sejak 30 tahun silam, berlantai aspal dan hanya memiliki dua gelagar, dengan panjang jembatan 12,5 meter dan lebar 4,2 meter.

Baca juga: Bupati Thaher: Jembatan Reyamru ambruk, direspon cepat DPRD dan Pemprov Maluku

Peyebab utama jembatan Wear Lakes ambruk disebabkan karena tingginya intensitas curah hujan beberapa hari terakhir, dan dari keterangan warga setempat bahwa terdapat kiriman air dari gunung yang debitnya sangat besar, serta usia jembatan tersebut yang sudah 30 tahun lebih.

Jembatan Wear Lakes juga diketahui merupakan akses penghubung satu-satunya antara Ohoi Reyamru dan semua Ohoi di Kei Besar Utara Timur,  sehingga perlu penanganan sesegera mungkin yakni pembangunan jembatan darurat.

Bupati Thaher paska ambruknya jembatan tersebut telah menyampaikan secara langsung kepada Pemprov dan juga DPRD Maluku untuk menyikapinya.

"Ambruknya jembatan di Ohoi Reyamru ini dibahas secara intensif di dalam rapat bersama Pemprov dan DPRD dan telah mendapat respon dan perhatian yang sangat baik," ungkap Thaher.

Baca juga: Jembatan penghubung di Pulau Makian ambruk dihantam banjir, patuhi peringatan BMKG

Tiga langkah strategis yang diambil, yaitu, tim Dinas PUPR Maluku yang sementara berada di Malra bersama dengan Tim dari Dinas PUTR Malra, segera melakukan survey, penilaian dan perhitungan kebutuhan penyediaan/penggantian, dan pembangunan jembatan Reyamru yang ambruk.

Pemprov Maluku melalui Dinas PUPR membangun koordinasi bersama Pemkab Malra mencari solusi cepat, berupa penyediaan jembatan darurat untuk kelancaran akses masyarakat melintasi jalan di wilayah Utara Timur, kemudian, kebutuhan pembangunan jembatan Reyamru yang ambruk akan diprioritaskan dalam penyusunan APBD Perubahan Provinsi Maluku tahun 2022.

Baca juga: Bupati SBT perintahkan Dinas PU perbaiki jembatan Wai Salas, begini penjelasannya

Pewarta: Siprianus Yanyaan

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2022