Ternate (ANTARA) - Jembatan Ake Aru di Desa Bobisingo yang menghubungkan Galela dan Loloda di Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut) ambruk diterjang banjir pada Kamis (8/1).
Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol Wahyu Istanto Bram W dihubungi di Ternate, Sabtu, mengatakan personel Polri dan TNI turun langsung ikut membantu warga menyeberangi sungai Aru, karena jembatan Bobisingo ambruk akibat banjir.
"Memang, petugas di lapangan tidak hanya diminta untuk membantu orang, tetapi juga memikul kendaraan roda dua milik warga untuk dibawa menyeberangi aliran sungai.
Hujan deras selama dua hari berturut-turut mengakibatkan putusnya akses jalan antara Kecamatan Galela Utara dan Loloda Utara di Kabupaten Halmahera Utara.
"Pihak kepolisian turun langsung untuk mengamankan lokasi dan membantu warga yang terisolasi. Fokus kami adalah memastikan keselamatan warga dan membantu mobilitas mereka sementara akses jembatan belum pulih," katanya.
Kehadiran personel Polri dan TNI di lokasi menjadi penolong utama bagi warga yang terdesak kebutuhan mobilitas. Bantuan langsung ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sambil menunggu perbaikan infrastruktur darurat dari pemerintah.
Dalam sepekan ini, dua daerah yang terdampak banjir akibat hujan deras di Malut, yakni Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Barat.
Sementara itu, kata Kabid Humas, di tengah kepanikan warga akibat banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Ibu dan Kecamatan Ibu Utara, Kabupaten Halmahera Barat, anggota Polri hadir membawa rasa aman dan harapan.
Sebab, dengan penuh empati dan kepedulian, personel Polres Halmahera Barat Polda Maluku Utara tampak menggendong warga lanjut usia saat proses evakuasi banjir.
Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Halmahera Barat sejak Selasa (6/1) malam, menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap hingga merendam pemukiman warga di Desa Tongute Ternate, Gamlamo, Gamici, Duono, dan Goin.
Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai sekitar 3 hingga 4 meter yang membuat warga panik untuk menyelamatkan diri.
Dalam kondisi darurat tersebut, anggota Polres Halmahera Barat bersama tim gabungan turun langsung ke lokasi terdampak.
Dengan menembus genangan air, lumpur, serta material kayu yang terbawa arus banjir, petugas mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman, seperti kantor desa dan rumah warga di dataran yang lebih tinggi. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, termasuk lansia, anak-anak, dan warga yang sakit.
