Ambon (ANTARA) - DPRD Maluku meminta langkah cepat Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku untuk segera memperbaiki Jembatan Wai Besi IV Km 89 di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah yang merupakan jalan nasional usai rusak akibat tingginya curah hujan.
"Jembatan Wai Besi merupakan salah satu akses penghubung utama ruas jalan trans Pulau Seram dari Malteng tujuan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang mengalami kerusakan sejak Minggu, (21/9)," kata anggota DPRD Maluku asal daerah pemilihan Kabupaten Maluku Tengah Irawadi di Ambon, Senin.
Menurut dia, ambruknya Jembatan Wai Besi akibat tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir ini.
Akibatnya jembatan yang dibangun sejak 2021 tersebut roboh dan menyebabkan arus transportasi pada jalur lintas Pulau Seram menjadi lumpuh dan untuk sementara tidak dapat dilewati mobil berukuran besar dengan muatan yang berat seperti truk.
"Selaku anggota legislatif asal dapil Malteng, kami atas nama masyarakat meminta BPJN Wilayah Maluku agar segera memperbaiki jembatan tersebut sehingga roda perekonomian masyarakat bisa tetap berjalan normal," ucapnya.
Dia mengaku berada di Kecamatan Seram Utara ketika menerima informasi ambruknya Jembatan Wai Besi IV sehingga langsung dikoordinasikan dengan pihak BPJN Maluku dan mendapat respons balik secara positif.
Kemudian Kepala BPJN Wilayah Maluku Yana Astuti bersama stafnya telah turun ke lokasi. Bahkan, pihak BPJN telah menyiapkan jembatan darurat.
"Diharapkan dalam waktu singkat jembatan darurat sudah bisa dibangun sebagai upaya antisipasi," katanya.
DPRD Maluku juga menyarankan pihak BPJN dapat mendirikan posko darurat di Masohi, Kabupaten Maluku Tengah agar ketika terjadi bencana seperti tanah longsor atau jembatan yang rusak dan patah, maka langkah cepat penanganan bisa segera dilakukan.
Sebab jika akses jalan lintas Pulau Seram mulai dari kawasan belakang Waipia hingga ke jalan SS setiap tahun mengalami kerusakan akibat longsoran.
Bila posko darurat milik BPJN berada di wilayah Kota Ambon, maka rentang kendalinya sangat jauh karena harus menggunakan transportasi laut bila terjadi bencana di Kabupaten Malteng.
