Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menekankan pentingnya sistem ketahanan pangan mandiri di setiap wilayah agar dapat memenuhi kebutuhan di tengah ancaman krisis pangan global.

Hal itu disampaikan Moeldoko dalam pertemuannya dengan Rektor Universitas Negeri Manado, Prof. Dietje A. Katuuk, dan sejumlah petinggi perguruan tinggi di Sulawesi Utara di Gedung Bina Graha Jakarta, Jumat.

"Masing-masing wilayah di Indonesia harus punya ketahanan pangan, jadi tidak bergantung pada suplai dari pulau atau daerah lain," kata Moeldoko dalam keterangan resmi di Jakarta.

Mantan Panglima TNI tersebut menganalogikan sistem ketahanan pangan daerah dengan salah satu strategi pertahanan militer, yakni sistem kompartemen.

Menurut dia, pulau-pulau besar dituntut memiliki kemandirian pangan karena sulitnya mendatangkan logistik dari luar pulau.

"Sistem kompartemen ini sangat selaras dengan isu pertanian dan ketahanan pangan sekarang. Apalagi kita sedang menghadapi situasi global yang sulit. Jadi harus bisa memenuhi kebutuhan-nya secara mandiri," kata Moeldoko.

Sementara itu, pihak Universitas Negeri Manado datang menemui Moeldoko untuk membahas tentang potensi pengembangan komoditas pertanian unggul padi dan jagung serta budidaya sorgum di Sulawesi Utara.

Pemerintah saat ini terus berupaya untuk menjaga pilar ketahanan pangan dengan menjamin jumlah dan mutu ketersediaan pangan dengan harga terjangkau.

Hal ini sesuai dengan amanat UU Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan bahwasanya masyarakat mempunyai hak dan kesempatan seluas-luasnya dalam upaya mewujudkan cadangan pangan.

Oleh karenanya, inisiatif Universitas Negeri Manado untuk mengembangkan produk pangan unggulan mendapatkan apresiasi yang tinggi dari Kepala Staf Kepresidenan.

"Saya senang kalau mahasiswa bisa ikut mendukung program ketahanan pangan di wilayahnya. Ajak dan ajarkan juga anak-anak mahasiswa dan masyarakat lokal untuk membuat pupuk organik. Senang sekali kalau mahasiswa punya banyak pilihan untuk mengembangkan produk-produk di sektor pertanian," pesan Moeldoko.

Moeldoko berharap agar masyarakat mulai mengubah pola pikir agar tidak hanya bertani untuk cukup makan, tapi juga mulai memikirkan cara berinovasi dalam sektor pertanian.
 

Baca juga: Moeldoko tegaskan tidak boleh ada lagi pungli dan perizinan berbelit, bagaimana di Maluku & Malut?

Pewarta: Mentari Dwi Gayati

Editor : Moh Ponting


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2022